Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kondisi Information Overload pada Mahasiswa IAI AL-AZIS Akibat Penggunaan Media Sosial yang Tidak Sehat Apriyani Alfinawardani Nuralmi; Muhammad N. Abdurrazaq; Imang Maulana
Jurnal Syntax Admiration Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v5i12.1612

Abstract

In the ever-growing digital era, social media has become an inseparable part of students' daily lives, which ultimately gives rise to the information overload phenomenon. This research aims to determine the condition of information overload among IAI AL-AZIS students due to unhealthy use of social media, as well as its impact on their academic and personal aspects.The research method used is qualitative. Data was collected through interviews, observation, and documentation with 14 students at the Al-Zaytun Indonesian Islamic Institute from various study programs. The research results show that students experience information overload caused by unhealthy use of social media, such as difficulty in processing diverse and complex information, as well as confusion in selecting and assessing the truth of information. Apart from that, excessive use of social media has an impact on social media users themselves, both academically, personally, and socially. To minimize this impact, IAI AL-AZIS students apply strategies such as managing time and applying the principles of Islamic teachings, as in Surah Al-Hujurat verse 6, such as tabayyun, critical thinking, and being careful in spreading information whose truth is not yet known.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM MEMBANGUN KEPERCAYAAN PERTEMANAN MAHASISWA KPI IAI AL-AZIS (PENDEKATAN PRAKTIS LES GIBLIN) Ilma Nur Fadilah; Supriadi M; Imang Maulana
Jurnal komunikan Vol. 4 No. 2 (2025): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v4i2.634

Abstract

Penelitian kualitatif deskriptif ini mengkaji peran fundamental komunikasi interpersonal dalam membangun kepercayaan pertemanan di kalangan mahasiswa KPI IAI AL-AZIS angkatan 2021. Dilatarbelakangi oleh pentingnya trust sebagai fondasi hubungan, tujuan studi adalah mendeskripsikan praktik komunikasi interpersonal (berdasarkan dimensi Joseph DeVito dan prinsip Les Giblin) serta peranannya dalam memperkuat tiga pilar kepercayaan (Mayer, Davis, & Schoorman: kemampuan, niat baik, dan integritas). Melalui wawancara mendalam dengan 8 informan (Purposive Sampling), ditemukan bahwa mahasiswa mempraktikkan keterbukaan bertahap, empati melalui active listening, dan dukungan tulus yang selaras dengan prinsip Giblin. Peran sentral komunikasi divalidasi oleh temuan bahwa trust dibangun melalui penguatan integritas (konsistensi dan kerahasiaan), niat baik (dukungan tanpa pamrih), dan kemampuan (relevansi saran) yang semuanya diuji dan diwujudkan melalui interaksi interpersonal yang efektif.
PERSEPSI MAHASISWA KPI INSTITUT AGAMA ISLAM AL-ZAYTUN INDONESIA TENTANG PESAN TOLERANSI HABIB JA’FAR DI YOUTUBE NOICE EPISODE 19 Karimah Nur Hakiki; Supriadi M; Imang Maulana
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 1 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i1.649

Abstract

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan keberagaman agama dan budaya, sehingga sikap toleransi sangat penting untuk menjaga kerukunan antarumat beragama. Nilai-nilai toleransi ini tidak hanya diajarkan dalam Islam, tapi juga ada dalam ajaran agama lain seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Semua agama tersebut mengajarkan pentingnya saling menghormati dan hidup rukun di tengah perbedaan. Salah satu tayangan yang memuat pesan-pesan toleransi adalah Episode 19 di Channel Youtube Noice, yang membahas tentang bagaimana agama dan budaya dapat saling berkaitan dan menghargai perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pesan toleransi yang disampaikan oleh Habib Ja’far dalam tayangan Youtube Noice Episode 19 serta memahami persepsi mahasiswa terhadap pesan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui pengamatan isi video, wawancara dengan mahasiswa, dan dokumentasi. Hasil penelitian diharapkan bisa memberikan gambaran tentang bagaimana pesan toleransi diterima oleh mahasiswa dan bagaimana media dakwah digital bisa membantu membentuk sikap saling menghormati antar pemeluk agama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan toleransi yang disampaikan Habib Ja’far dalam video Youtube NOICE mencakup bentuk toleransi aktif, seperti ajakan berdialog, pengakuan terhadap perbedaan, dan pemahaman terhadap hubungan antara agama dan budaya, serta toleransi pasif berupa sikap menghormati secara sederhana, seperti memberi salam. Mahasiswa menilai pesan ini disampaikan dengan gaya yang santai dan mudah dipahami. Mereka memaknainya berdasarkan pengalaman pribadi, latar belakang agama, dan budaya masing-masing, serta memberikan respons secara kognitif, afektif, dan konatif. Secara keseluruhan, pesan toleransi ini diterima secara positif dan mendorong sikap aktif dalam menghargai perbedaan, meskipun sebagian mahasiswa tetap menunjukkan sikap pasif selama tidak bertentangan dengan nilai-nilai pribadi mereka.