Pengembangan home industry kelapa berperan penting dalam peningkatan pendapatan sektor informal di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor internal dan eksternal usaha tani kelapa di Desa Rukuramba, Kabupaten Ende, menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis SWOT. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai IFAS sebesar 0,56 dan EFAS sebesar 1,65 menempatkan usaha tani kelapa pada kuadran I (growth-oriented strategy). Kekuatan utama usaha berasal dari ketersediaan bahan baku lokal dan dukungan kelompok tani, sedangkan kelemahan dominan terletak pada keterbatasan teknologi dan rendahnya kapasitas manajerial. Dari sisi eksternal, peluang terbesar ditunjukkan oleh meningkatnya permintaan produk turunan kelapa, khususnya cocopeat, sementara ancaman utama berasal dari persaingan harga dan fluktuasi pasar. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi agresif (SO) paling sesuai untuk diterapkan. Rekomendasi penelitian meliputi penguatan manajemen usaha, inovasi produk turunan kelapa, serta pengembangan kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta guna mendukung keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2026