Perubahan preferensi konsumen menuju produk berkelanjutan mendorong pertumbuhan industri kosmetik hijau. Namun, adopsi produk ini di kalangan Generasi Z, khususnya di Denpasar, masih rendah. Studi ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh hambatan psikologis dan hambatan fungsional pada minat beli produk kosmetik ramah lingkungan. Sampel terdiri dari 100 responden berusia 15–24 tahun yang memahami dan pernah menggunakan produk kosmetik hijau. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan skala Likert 1–5. Analisis data mencakup uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil mengindikasikan bahwa hambatan psikologis dan hambatan fungsional berkontribusi positif dan signifikan pada minat beli, baik secara parsial maupun simultan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,506 mengindikasikan bahwa kedua variabel independen menjelaskan 50,6% variasi minat beli. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun hambatan dianggap sebagai penghalang adopsi, persepsi pada hambatan tersebut justru dapat memicu evaluasi rasional yang mendorong niat membeli. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain seperti kesadaran lingkungan, citra merek, atau kepercayaan konsumen guna memperkaya pemodelan perilaku pro-lingkungan di sektor kosmetik.
Copyrights © 2025