Usaha mikro di daerah pedesaan sering menghadapi kendala pengelolaan keuangan, terutama dalam manajemen biaya. Hal ini berdampak pada ketidakmampuan pelaku usaha untuk menentukan harga pokok produksi, mengatur arus kas, dan meningkatkan keuntungan secara optimal. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan konseptual mengenai klasifikasi biaya, pelatihan pencatatan keuangan sederhana, serta pendampingan intensif dalam penyusunan laporan biaya. Pendekatan ini dirancang untuk mengintegrasikan aspek teoritis dan praktis sehingga peserta mampu memahami sekaligus mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pemisahan biaya tetap dan biaya variabel, kemampuan menyusun catatan keuangan sederhana, serta keterampilan menentukan harga jual secara lebih akurat. Selain itu, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kesadaran akan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan usaha. Dengan demikian, kegiatan edukasi ini dapat dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat fondasi keberlanjutan usaha mikro di Desa Tarowang. Penguatan kapasitas manajemen biaya diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga memperbesar peluang usaha mikro untuk memperluas pasar dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
Copyrights © 2025