Masyarakat majemuk kerap menghadapi potensi konflik sosial akibat perbedaan kepentingan, distribusi sumber daya, maupun perbedaan pandangan. Tokoh masyarakat memiliki posisi strategis sebagai mediator dalam menjaga kohesi sosial, namun keterbatasan keterampilan komunikasi dan negosiasi sering menjadi hambatan dalam menciptakan solusi damai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labu Api, Lombok Barat, dengan tujuan meningkatkan kapasitas tokoh masyarakat melalui pelatihan komunikasi efektif dan keterampilan negosiasi. Metode kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul berbasis konteks lokal, sosialisasi, pelaksanaan pelatihan interaktif, simulasi kasus nyata, pendampingan, hingga evaluasi pasca-kegiatan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan komunikasi lebih dari 85% peserta, khususnya dalam mendengarkan aktif, menyampaikan pesan secara jelas, dan mengekspresikan empati. Selain itu, sekitar 80% peserta berhasil menguasai teknik negosiasi berbasis kepentingan (interest-based negotiation) untuk menciptakan solusi win-win. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah terbentuknya forum dialog desa yang berfungsi sebagai wadah penyelesaian konflik secara partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Integrasi pendekatan modern dengan nilai-nilai lokal, seperti musyawarah mufakat dan praktik kebersamaan, membuat program relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan komunikasi efektif dan negosiasi bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis, melainkan strategi holistik untuk membangun budaya dialog, memperkuat kohesi sosial, serta menciptakan fondasi perdamaian berkelanjutan di masyarakat pedesaan.
Copyrights © 2025