Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strengthening Management of Local Human Resources to Create A Sustainable Green Tourism Destination at Lantan Zahrah Zahrah; Makiah Makiah; Bagas Anggara; Laela Purnama; Rafles Rafles
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/ppt4nh75

Abstract

There are still various challenges to develop sustainable tourism villages especially on human resources such as limited technical guiding skills in conveying information about local tourism attractions based on the green economy, limited effective interaction, minimal understanding of local communities regarding digital marketing strategies and the lack of adequate technology to produce more efficient production in terms of time and costs so they have other alternatives to generate income. This community service aims to improve the local human resource capacity in Lantan Village, Central Lombok, to develop a sustainable green tourism through doing a guide and tourism vocabulary training, strengthening the branding of coffee as the village's flagship product, mentoring in developing partnership proposals, and empowering in managing coffee product as competitive advantages. The methods included interactive lectures, conversation simulations, small group discussions, pronunciation drills, pre and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of how to guide tours, build branding, improve basic English communication skills, and coffee product management particularly in the process of peeling coffee beans from the skin and faster in roasting coffee. This activity significantly contributed to increasing Lantan Village's readiness to develop itself as a sustainable green tourism destination.
Pelatihan Komunikasi Efektif dan Negosiasi untuk Meningkatkan Kapasitas Tokoh Masyarakat dalam Penyelesaian Konflik Sosial Yorman Yorman; Makiah Makiah; Suriadi Ardiansyah; Salsa Artika Rosna
NEAR: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): NEAR
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/nr.v5i1.3094

Abstract

Masyarakat majemuk kerap menghadapi potensi konflik sosial akibat perbedaan kepentingan, distribusi sumber daya, maupun perbedaan pandangan. Tokoh masyarakat memiliki posisi strategis sebagai mediator dalam menjaga kohesi sosial, namun keterbatasan keterampilan komunikasi dan negosiasi sering menjadi hambatan dalam menciptakan solusi damai. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Bagik Polak, Kecamatan Labu Api, Lombok Barat, dengan tujuan meningkatkan kapasitas tokoh masyarakat melalui pelatihan komunikasi efektif dan keterampilan negosiasi. Metode kegiatan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul berbasis konteks lokal, sosialisasi, pelaksanaan pelatihan interaktif, simulasi kasus nyata, pendampingan, hingga evaluasi pasca-kegiatan. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan komunikasi lebih dari 85% peserta, khususnya dalam mendengarkan aktif, menyampaikan pesan secara jelas, dan mengekspresikan empati. Selain itu, sekitar 80% peserta berhasil menguasai teknik negosiasi berbasis kepentingan (interest-based negotiation) untuk menciptakan solusi win-win. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah terbentuknya forum dialog desa yang berfungsi sebagai wadah penyelesaian konflik secara partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Integrasi pendekatan modern dengan nilai-nilai lokal, seperti musyawarah mufakat dan praktik kebersamaan, membuat program relevan dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan bahwa pelatihan komunikasi efektif dan negosiasi bukan sekadar peningkatan keterampilan teknis, melainkan strategi holistik untuk membangun budaya dialog, memperkuat kohesi sosial, serta menciptakan fondasi perdamaian berkelanjutan di masyarakat pedesaan.
Pengaruh Beban Kerja dan Perceived Firm Unfairness Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Henny Catering Dimoderasi Oleh Burnout Rafly Rivandy; Irwan Cahyadi; Febria Nurmelia Marlina; Makiah Makiah; Ika Yuliana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8460

Abstract

Tingginya turnover intention merupakan masalah penting dalam manajemen sumber daya manusia yang dipengaruhi oleh beban kerja, persepsi keadilan perusahaan, dan burnout. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kinerja Perusahaan Henny Catering, seperti menurunnya produktivitas, meningkatnya ketidakhadiran, serta terganggunya stabilitas operasional. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengidentifikasi serta mengevaluasi faktor-faktor yang menjadi penyebab munculnya kondisi tersebut agar dapat merancang kebijakan retensi karyawan yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja dan perceived firm unfairness terhadap turnover intention dengan burnout sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh karyawan yang berjumlah 45 orang. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja dan perceived firm unfairness berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention. Burnout juga terbukti mampu memoderasi serta memperkuat pengaruh kedua variabel tersebut. Nilai R-Square sebesar 0,696 menunjukkan model mampu menjelaskan 69,6% variasi turnover intention, sedangkan sisanya dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini diharapkan menjadi referensi bagi perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan dan menekan tingkat turnover serta mendukung pengambilan keputusan strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang adil, sehat, dan produktif bagi keberlangsungan organisasi jangka panjang.
Penguatan Kompetensi Bahasa Inggris Pariwisata melalui Pelatihan Tourism Vocabulary bagi Pelaku Desa Wisata Lantan, Lombok Tengah Makiah Makiah; Zahrah Zahrah; Bagas Anggara
Lentera Pengabdian Vol. 4 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : Lentera Ilmu Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59422/lp.v4i02.1286

Abstract

Kompetensi Bahasa Inggris pariwisata merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki pelaku wisata dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan. Namun, hasil observasi awal di Desa Wisata Lantan, Kabupaten Lombok Tengah, menunjukkan bahwa sebagian pelaku wisata masih memiliki keterbatasan dalam penggunaan kosakata Bahasa Inggris yang berkaitan dengan aktivitas pelayanan wisata. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Bahasa Inggris pariwisata pelaku desa wisata melalui pelatihan Tourism Vocabulary. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Januari 2026 melalui pelatihan selama satu hari yang melibatkan 24 orang peserta yang terdiri dari anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemuda desa, dan Kelompok Wanita Tani (KWT). Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi kebutuhan, pre-test, penyampaian materi tourism vocabulary, role-play, simulasi pelayanan wisata, dan post-test. Materi pelatihan mencakup penggunaan subject pronouns, greeting and welcoming tourists, giving directions, introducing tourist attractions, serta kosakata yang umum digunakan dalam pelayanan wisata. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta yang ditunjukkan dengan kenaikan nilai rata-rata dari 16,13 pada pre-test menjadi 18,17 pada post-test atau meningkat sebesar 2,04 poin. Selain peningkatan pemahaman terhadap kosakata dan struktur Bahasa Inggris dasar, peserta juga menunjukkan perkembangan dalam keterampilan komunikasi melalui praktik percakapan dan simulasi pelayanan wisata. Meskipun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan kosakata yang berkaitan dengan potensi lokal, aspek pelafalan/pronunciation, dan tingkat kepercayaan diri peserta dalam berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Secara umum, pelatihan Tourism Vocabulary terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi komunikasi Bahasa Inggris pelaku wisata dan berpotensi mendukung peningkatan kualitas pelayanan wisata Desa Wisata Lantan.
SOSIALISASI SOCIAL MEDIA MARKETING UNTUK MENJADI PEMIMPIN DI ERA DIGITAL Muhammad Wisnu Alfiansyah; L. Jatmiko Jati; Arwin Yafi Rahmatullah; Makiah Makiah; Nurul Hidayati Indra Ningsih
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34060

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara Malam Manajemen Prodi Manajemen Universitas Bumigora 2024. Kegiatan ini dilaksanakan dengan landasan hasil survey yang menunjukkan bahwa mayoritas responden yang merupakan mahasiswa selama ini hanya menggunakan akun sosial medianya untuk keperluan hiburan, sehingga tim pengabdian merasa perlu untuk memberikan sosialisasi pemanfaatan sosial media lain selain sebagai aplikasi hiburan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni untuk memberikan pemahaman serta wawasan kepada mahasiswa dan Masyarakat umum tentang arti penting social media marketing di era digital dan bagaimana itu bisa menjadi kunci kesuksesan dalam bisnis. Penggunaan sosial media merupakan suatu hal yang identik akan terucap secara otomatis apabila berbicara mengenai strategi memasuki era digital. Karena banyaknya penggunaan media internet di era digital, yang mencakup berbagai platform seperti media sosial dan website. Dengan demikian, penulis membuat kesimpulan bahwa, dalam era digital ini, setiap perusahaan, komunitas, ormas, atau partai yang bergerak pada bidang apapun harus pandai menggunakan media sosial sebagai sarana promosi, memperluas eksistensi, menjalin relasi, dan menyampaikan realitas kejadian suatu organisasi kepada masyarakat umum. Kata kunci: Social Media Marketing; Kepemimpinan; Digital ABSTRACTThis activity is part of a series of events for the 2024 Management Study Program Management Night at Bumigora University. This activity was carried out based on survey results which showed that the majority of respondents, who were students, had only been using their social media accounts for entertainment purposes. Therefore, the community service team felt it necessary to provide information on the use of social media for purposes other than entertainment. The purpose of this activity is to provide understanding and insight to students and the general public about the importance of social media marketing in the digital age and how it can be a key to business success. The use of social media is something that is automatically mentioned when discussing strategies for entering the digital age. Due to the widespread use of the internet in the digital age, which includes various platforms such as social media and websites. Therefore, the author concludes that, in this digital era, every company, community, organization, or political party operating in any field must be skilled in using social media as a tool for promotion, expanding their presence, building relationships, and communicating the reality of an organization’s activities to the general public. Keywords: Social Media Marketing; Leadership; Digital
OPTIMALISASI LEGALITAS UMKM MELALUI PENDAMPINGAN LEGALITAS USAHA PANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA/P-IRT DI DESA CILINAYA MATARAM Makiah Makiah; Ni Made Purnami
COMVICE: Journal Of Community Service Vol. 9 No. 2 (2025): Oktober (2025)
Publisher : ITEBIS PGRI Dewantara Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26533/comvice.v9i2.1456

Abstract

This Community Service Program (PKM) aims to enhance the capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Cilinaya, Mataram through training on business legality (Home Industry Food License/P-IRT) and digital marketing. The main issues faced by partners are limited knowledge of licensing procedures and inadequate digital marketing skills. The program was implemented in three stages—preparation, training, and monitoring and evaluation—using a participatory mentoring approach. The results show significant improvement in participants’ understanding of P-IRT application procedures and their ability to utilize social media and online marketplaces for product promotion. Many participants have begun preparing licensing documents and developing digital content. This program demonstrates that collaboration between academia, local government, and entrepreneurs effectively strengthens village economic competitiveness and fosters MSME independence through technology-based empowerment.