Keterbatasan sumber daya air menjadi salah satu kendala utama dalam peningkatan produktivitas pertanian di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Sebagian besar petani hortikultura di wilayah ini masih mengandalkan curah hujan musiman dan penyiraman manual, sehingga berisiko mengalami penurunan hasil panen terutama pada musim kemarau. Untuk menjawab permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada transfer teknologi pemanenan air hujan (Rainwater Harvesting) yang diintegrasikan dengan sistem irigasi cerdas hemat air (smart irrigation). Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui enam tahapan, yaitu sosialisasi dan pemetaan kebutuhan, pelatihan teknis dan manajerial, implementasi teknologi, pendampingan dan monitoring, evaluasi, serta penyusunan strategi keberlanjutan. Implementasi teknologi meliputi pembangunan sistem pemanenan air hujan berkapasitas 5.000 liter, penerapan irigasi cerdas di instalasi hidroponik, serta integrasi sensor IoT untuk monitoring kualitas dan ketersediaan air. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, dengan rata-rata nilai pretest 42,3 meningkat menjadi 84,7 pada posttest. Secara teknis, sistem yang diterapkan mampu menampung rata-rata 4.200 liter air hujan per bulan, menghemat penggunaan air hingga 43%, dan meningkatkan produktivitas hortikultura sekitar 25% dibanding kondisi awal. Kesimpulannya, penerapan teknologi pemanenan air hujan dan smart irrigation terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi air, produktivitas pertanian, serta kapasitas kelembagaan petani.
Copyrights © 2025