Kasus pelecehan terhadap anak usia sekolah dasar di Indonesia menunjukkan tren yang mengkhawatirkan, sementara literasi guru dalam upaya pencegahan masih relatif rendah. Guru belum sepenuhnya memahami bentuk pelecehan, tanda-tanda perilaku korban, serta strategi edukasi perlindungan diri yang sesuai dengan karakteristik siswa. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan metode storytelling sebagai strategi preventif pencegahan pelecehan pada siswa sekolah dasar di Kabupaten Padang Pariaman. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, workshop, dan pendampingan intensif yang dilaksanakan pada 11–13 Agustus 2025 dengan mengintegrasikan penyampaian materi, praktik bercerita, analisis kasus, dan simulasi pembelajaran. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan instrumen terstruktur untuk mengukur peningkatan kompetensi guru dalam merancang dan mengimplementasikan cerita edukatif berbasis perlindungan diri. Hasil menunjukkan peningkatan skor pemahaman guru dari 63 menjadi 85 dan keterampilan storytelling dari 65 menjadi 85, yang mencerminkan peningkatan kompetensi pedagogis dan protektif. Siswa juga menunjukkan respons positif melalui peningkatan pemahaman tentang area tubuh pribadi dan kemampuan mengungkapkan ketidaknyamanan. Temuan ini menegaskan bahwa storytelling merupakan pendekatan efektif dan ramah anak untuk pencegahan pelecehan di sekolah dasar.
Copyrights © 2026