Reformasi birokrasi menempatkan sumber daya manusia (SDM) sebagai faktor strategis dalam meningkatkan kinerja organisasi sektor publik, khususnya pada sektor kesehatan yang berhadapan langsung dengan kualitas pelayanan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengembangan sumber daya manusia, motivasi, dan kompetensi terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap seluruh pegawai yang berjumlah 95 orang menggunakan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Pengujian dilakukan melalui uji asumsi klasik, uji F, uji t, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan pengembangan SDM, motivasi, dan kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara parsial, ketiga variabel juga berpengaruh positif dan signifikan, dengan kompetensi sebagai variabel yang paling dominan. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,397 menunjukkan bahwa model mampu menjelaskan 39,7% variasi kinerja pegawai, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pegawai tidak cukup hanya melalui program pengembangan formal, tetapi harus diarahkan pada penguatan kompetensi yang relevan dengan pekerjaan serta didukung oleh peningkatan motivasi kerja secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026