Sanitasi layak merupakan prasyarat utama kesehatan masyarakat dan bagian dari target Sustainable Development Goals (SDGs) poin 6, namun implementasinya di kawasan pesisir Surabaya masih menghadapi kesenjangan antara kebijakan dan praktik masyarakat, terutama pada pengelolaan sampah domestik dan limbah cair rumah tangga. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan melalui media film dokumenter partisipatori sebagai instrumen edukasi dan advokasi sanitasi berbasis komunitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat pesisir dan pemangku kepentingan, serta participatory video making yang melibatkan warga secara aktif dalam proses produksi media. Kegiatan diseminasi dilakukan melalui screening film kepada sekitar 50–60 peserta yang terdiri dari kader lingkungan, karang taruna, dan perwakilan masyarakat wilayah Surabaya. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap isu sanitasi pesisir, terutama terkait bahaya limbah domestik seperti popok sekali pakai yang berkontribusi hingga 31% pencemar sungai, serta meningkatnya partisipasi warga dalam diskusi dan praktik pengelolaan sampah rumah tangga pasca pemutaran film. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dan triangulasi sumber melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi visual kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa media dokumenter partisipatori efektif sebagai instrumen komunikasi kesehatan lingkungan sekaligus alat advokasi kebijakan sanitasi berbasis komunitas di kawasan pesisir perkotaan.
Copyrights © 2026