Mahasiswa pekerja alih jenjang menghadapi tantangan psikosisal yang kompleks dengan berbagai sisi antara beban akademik terutama dalam menyusun karya tulis ilmiah, di sisi lain tuntutan profesional dari pekerjaan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tingkat kecemasan, menurunkan konsentrasi, produktivitas, serta kualitas hasil akhir akademik. Kecemasan akademik di Indonesia cukup tinggi jika tidak ditangani dapat memicu gangguan mental lebih serius. Salah satu tindakan non- farmakologis yang bisa dilakukan adalah terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada mahasiswa pekerja alih jenjang sebelum dan sesudah terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik di STIKes Kendedes. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental pretest-posttest one group. Populasi pada penelitian ini sebanyak 57 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan link vidio dan google form Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data penelitian dikumpulkan pada bulan Juli 2025 . Data yang terkumpul dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rang Tets. Hasil penelitian ini menyatakan rata-rata tingkat kecemasan responden sebelum dilakukan terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik sebesar 16,72 (sedang) dan sesudahnya sebesar 10,32 (ringan). Selanjutnya, terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan responden sebelum dan sesudah dilakukan terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik (P- value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik melalui pendekatan relaksasi fisik dan stimulus auditory yang dapat menurunkan kecemasan dan ketegangan emosional dan meningkatkan kefokusan.
Copyrights © 2026