Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Meditasi Akupresure Dan Terapi Musik Klasik Terhadap Tingkat Kecemasan Dalam Menghadapi Karya Tulis Ilmiah Pada Mahasiswa Pekerja Alih Jenjang Stikes Kendedes Malang Lola Novira Risdiyanti; Eny Rahmawati; Desy Rinawaty; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2179

Abstract

Mahasiswa pekerja alih jenjang menghadapi tantangan psikosisal yang kompleks dengan berbagai sisi antara beban akademik terutama dalam menyusun karya tulis ilmiah, di sisi lain tuntutan profesional dari pekerjaan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tingkat kecemasan, menurunkan konsentrasi, produktivitas, serta kualitas hasil akhir akademik. Kecemasan akademik di Indonesia cukup tinggi jika tidak ditangani dapat memicu gangguan mental lebih serius. Salah satu tindakan non- farmakologis yang bisa dilakukan adalah terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasan pada mahasiswa pekerja alih jenjang sebelum dan sesudah terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik di STIKes Kendedes. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental pretest-posttest one group. Populasi pada penelitian ini sebanyak 57 orang yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data penelitian menggunakan link vidio dan google form Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Data penelitian dikumpulkan pada bulan Juli 2025 . Data yang terkumpul dianalisis dengan Wilcoxon Sign Rang Tets. Hasil penelitian ini menyatakan rata-rata tingkat kecemasan responden sebelum dilakukan terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik sebesar 16,72 (sedang) dan sesudahnya sebesar 10,32 (ringan). Selanjutnya, terdapat perbedaan signifikan antara tingkat kecemasan responden sebelum dan sesudah dilakukan terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik (P- value = 0,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi meditasi akupresure dan terapi musik klasik melalui pendekatan relaksasi fisik dan stimulus auditory yang dapat menurunkan kecemasan dan ketegangan emosional dan meningkatkan kefokusan.
Pengaruh Kombinasi Aromaterapi Lavender Dan Akupresur Terhadap Derajat Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Prima Husada Malang Amilatul Kholifah; Eny Rahmawati; Desy Rinawaty; Putu Sintya Arlinda Arsa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2180

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya neuropati. Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri, kesemutan, dan mati rasa akibat kerusakan saraf perifer. Penatalaksanaan neuropati diabetik tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat melalui terapi non-farmakologis seperti aromaterapi lavender dan akupresur yang berpotensi membantu menurunkan gejala neuropati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi aromaterapi lavender dan akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah penderita diabetes melitus tipe 2 dengan gangguan neuropati yang datang berobat ke Rumah Sakit Prima Husada Malang sebanyak 31 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Neuropathy Symptom Score (NSS). Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan taraf signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami derajat neuropati kategori sedang sebelum intervensi (58.1%); sebagian besar responden mengalami derajat neuropati kategori ringan (54.8%); dan ada pengaruh signifikan kombinasi aromaterapi lavender dan akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang (p-value = 0.000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dua terapi (aromaterapi lavender dan akupresur) mampu menurunkan derajat neuropati pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga terapi ini berpotensi dijadikan sebagai intervensi komplementer yang mendukung penatalaksanaan neuropati diabetik dalam praktik pelayanan kesehatan.
Perbedaan Bersihan Jalan Nafas Pada Anak Dengan Batuk Pilek Sebelum Dan Sesudah Terapi Uap Aromaterapi Lavender Di AMI Baby Spa Pasuruan Deva Afridiani; Siti Kholifah; Desy Rinawaty; Luluk Nur Aini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 4 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i4.2184

Abstract

Batuk pilek merupakan salah satu bentuk Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) yang sering terjadi pada anak dan dapat menyebabkan gangguan bersihan jalan napas akibat penumpukan sekret. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi uap dengan aromaterapi lavender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan bersihan jalan napas pada anak dengan batuk pilek sebelum dan sesudah terapi uap aromaterapi lavender di Ami Baby Spa Pasuruan. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest–posttest design. Sampel penelitian berjumlah 30 anak dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi bersihan jalan napas berdasarkan Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum terapi sebagian besar responden memiliki bersihan jalan napas cukup efektif, sedangkan setelah terapi meningkat menjadi efektif. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah terapi. Secara teori, inhalasi uap dapat meningkatkan kelembapan mukosa saluran napas sehingga sekret menjadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. Kandungan linalool dan linalyl acetate pada lavender memiliki efek antiinflamasi dan relaksasi yang membantu memperbaiki pernapasan. Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menggunakan desain penelitian dengan kelompok kontrol serta jumlah sampel yang lebih besar agar diperoleh hasil yang lebih kuat mengenai efektivitas terapi uap aromaterapi lavender terhadap bersihan jalan napas