Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat dan dapat menimbulkan berbagai komplikasi, salah satunya neuropati. Kondisi ini ditandai dengan gejala nyeri, kesemutan, dan mati rasa akibat kerusakan saraf perifer. Penatalaksanaan neuropati diabetik tidak hanya dilakukan secara farmakologis, tetapi juga dapat melalui terapi non-farmakologis seperti aromaterapi lavender dan akupresur yang berpotensi membantu menurunkan gejala neuropati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi aromaterapi lavender dan akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest design. Sampel penelitian adalah penderita diabetes melitus tipe 2 dengan gangguan neuropati yang datang berobat ke Rumah Sakit Prima Husada Malang sebanyak 31 responden yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Neuropathy Symptom Score (NSS). Data dianalisis menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan taraf signifikansi α = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami derajat neuropati kategori sedang sebelum intervensi (58.1%); sebagian besar responden mengalami derajat neuropati kategori ringan (54.8%); dan ada pengaruh signifikan kombinasi aromaterapi lavender dan akupresur terhadap derajat neuropati pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Prima Husada Malang (p-value = 0.000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi dua terapi (aromaterapi lavender dan akupresur) mampu menurunkan derajat neuropati pasien diabetes melitus tipe 2, sehingga terapi ini berpotensi dijadikan sebagai intervensi komplementer yang mendukung penatalaksanaan neuropati diabetik dalam praktik pelayanan kesehatan.
Copyrights © 2026