Insisi pada proses persalinan sectio caesarea memicu terjadinya inflamasi akut dan rasa nyeri akibat perubahan kontinuitas jaringan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan pergerakan yang terbatas. Tingkat nyeri persalinan sesar lebih tinggi (27,3%) dibandingkan dengan nyeri pada persalinan normal (9%). Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi profil terapi analgesik non opioid pada pasien pasca sectio caesarea periode Januari-Desember 2024. Desain penelitian yaitu observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif dan menggunakan purposive sampling. Hasil studi menunjukkan bahwa sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 169. Usia pasien didominasi 31-35 tahun (29%), dengan riwayat SC (15%) dan lama perawatan 3 hari (67%). Skala nyeri pasca SC berdasarkan VAS menunjukkan nyeri ringan 91-3) hingga sedang (4-6). Analgesik non-opioid terbanyak yaitu injeksi ketorolak 30 mg (35%), diikuti dengan tablet asam mefenamat 500 mg (29%) dan tablet parasetamol 500 mg (21%). Penggunaan tunggal paling banyak adalah injeksi ketorolak (38%) dan kombinasi oral parasetamol dan asam mefenamat (21%). Hasil ini menunjukkan bahwa ketorolak menjadi pilihan analgesik nonopioid pada pasien pasca sectio caesarea di rumah sakit tersebut, sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut terkait efektivitas, keamanan, serta peluang optimalisasi kombinasi analgesik nonopioid dalam upaya meningkatkan kontrol nyeri dan kenyamanan ibu pasca SC.
Copyrights © 2026