Kegawatdaruratan seperti henti napas dan tersedak sering terjadi di sekolah serta memerlukan respons cepat untuk mencegah kondisi kritis. Sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman dasar dalam penanganannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terkait CPR dan penanganan choking melalui simulasi interaktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan demonstrasi langsung diikuti simulasi menggunakan manekin untuk CPR dan peran siswa sebagai korban dan penolong untuk penanganan choking. Sebanyak 30 siswa SMPN 4 Mangarabombang, Kabupaten Takalar menjadi mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan dan diskusi pasca kegiatan. Hasil menunjukkan simulasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswa. Sebanyak 85% siswa mampu melakukan pemeriksaan kesadaran dan pernapasan korban dengan benar, 78% siswa menguasai teknik Heimlich maneuver, dan 80% siswa mampu menjelaskan urutan tindakan BHD. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa teramati selama simulasi. Kegiatan ini memperkuat kesiapsiagaan sekolah dan literasi kesehatan siswa sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026