Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Simulasi Interaktif untuk Peningkatan Pemahaman Siswa Tentang Cardiopulmonary Resuscitation ( Cpr) dan Penanganan Choking Indra Fajarwati Ibnu; Aminuddin Syam; Muhammad Purqan Nur; Isriani Suriati; Septiyanti Septiyanti; Warlinda Warlinda
Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Maret 2026 - Jurnal Altifani Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Indonesian Scientific Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59395/gpmtyp25

Abstract

Kegawatdaruratan seperti henti napas dan tersedak sering terjadi di sekolah serta memerlukan respons cepat untuk mencegah kondisi kritis. Sebagian besar siswa belum memiliki pemahaman dasar dalam penanganannya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan siswa terkait CPR dan penanganan choking melalui simulasi interaktif. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan demonstrasi langsung diikuti simulasi menggunakan manekin untuk CPR dan peran siswa sebagai korban dan penolong untuk penanganan choking. Sebanyak 30 siswa SMPN 4 Mangarabombang, Kabupaten Takalar menjadi mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan melalui observasi selama kegiatan dan diskusi pasca kegiatan. Hasil menunjukkan simulasi interaktif efektif meningkatkan pemahaman siswa. Sebanyak 85% siswa mampu melakukan pemeriksaan kesadaran dan pernapasan korban dengan benar, 78% siswa menguasai teknik Heimlich maneuver, dan 80% siswa mampu menjelaskan urutan tindakan BHD. Antusiasme dan partisipasi aktif siswa teramati selama simulasi. Kegiatan ini memperkuat kesiapsiagaan sekolah dan literasi kesehatan siswa sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli dan bertanggung jawab.
Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Tuberkulosis di Kelurahan Pajalesang, Kabupaten Soppeng: Pendampingan Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengendalian Hipertensi, Diabetes Melitus, dan Tuberkulosis di Kelurahan Pajalesang, Kabupaten Soppeng Muhammad Arsyad Acha; Indra Fajarwati Ibnu; Pilsa Nurul Azisa; Zifora Mujahidah Fillah; Azizah Mei Lifa
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 1 (2026): JPKK Edisi April 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss1.2539

Abstract

This community service program aimed to empower the community in the control of hypertension, diabetes mellitus, and tuberculosis through asset-based community development (ABCD) and human-centered design (HCD) approaches. The activity was conducted from January 5 to 19, 2026, in Pajalesang Village, Soppeng Regency, as part of Field Learning Practice (PBL) II of the Faculty of Public Health, Hasanuddin University. Participants included village officials, health cadres, community leaders, and residents, with 10–15 attendees per session. Methods included focus group discussions (FGD) for problem identification, asset mapping assistance (six asset categories), root cause analysis (RCA) workshops using fishbone diagrams, and collaborative action plan development. Results showed that the root cause of hypertension was a high-salt and high-fat diet reinforced by the socio-cultural environment and low early detection awareness. The root cause of diabetes mellitus was lack of physical activity and unbalanced dietary patterns. The root cause of tuberculosis was low health literacy about TB, non-adherence to treatment, and household environmental conditions that supported transmission. Asset mapping identified local potentials, including health cadres, posyandu, puskesmas, mutual cooperation values and siri'na pacce, schools, mosques, and medical devices (sphygmomanometers and blood glucose testing devices). The program concludes that integrating ABCD and HCD approaches effectively identifies root causes and maps local assets as a basis for sustainable health interventions.   Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam pengendalian hipertensi, diabetes melitus, dan tuberkulosis melalui pendekatan asset-based community development (ABCD) dan human-centered design (HCD). Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5–19 Januari 2026 di Kelurahan Pajalesang, Kabupaten Soppeng, dalam rangka Praktik Belajar Lapangan (PBL) II Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin. Sasaran kegiatan meliputi aparat kelurahan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan warga dengan jumlah peserta 10–15 orang setiap pertemuan. Metode pelaksanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD) identifikasi masalah, pendampingan pemetaan aset (enam kategori aset), workshop analisis akar masalah menggunakan Root Cause Analysis (RCA) dengan diagram fishbone, serta penyusunan rencana aksi bersama masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa akar masalah hipertensi adalah pola makan tinggi garam dan lemak yang diperkuat budaya lingkungan sosial serta rendahnya deteksi dini. Akar masalah diabetes melitus adalah kurangnya aktivitas fisik dan pola konsumsi tidak seimbang. Akar masalah tuberkulosis adalah rendahnya literasi kesehatan tentang TB, ketidakpatuhan pengobatan, serta kondisi lingkungan rumah yang mendukung penularan. Pemetaan aset mengidentifikasi potensi lokal meliputi kader kesehatan, posyandu, puskesmas, nilai gotong royong dan siri'na pacce, sekolah, masjid, serta alat kesehatan (tensimeter, alat cek gula darah). Kegiatan ini menyimpulkan bahwa integrasi pendekatan ABCD dan HCD efektif dalam mengidentifikasi akar masalah dan memetakan aset lokal sebagai dasar intervensi kesehatan yang berkelanjutan.