Penelitian ini bertujuan mengkaji unsur-unsur struktural dan nilai budaya dalam cerpen "Menabur Cinta Ibu di Atas Tulang Bapak" karya Maulidia yang diterbitkan pada 28 Mei 2023. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif-analitis dengan pendekatan struktural yang mencakup analisis tema, tokoh, alur, latar, dan amanat. Cerpen ini berlatar budaya Bali Trunyan, sebuah komunitas adat yang memiliki tradisi pemakaman khas, yaitu kubur angin (seme wayah). Hasil analisis menunjukkan bahwa cerpen ini memuat tema cinta yang melampaui batas kematian dan adat, diwujudkan melalui tindakan tokoh "Aku" yang menaburkan abu kremasi ibunya di atas tulang-belulang sang ayah. Konflik utama yang diangkat adalah pertentangan antara kesetiaan pada nilai cinta keluarga dengan ketaatan pada norma adat yang berlaku. Nilai budaya yang terkandung mencerminkan kearifan lokal masyarakat Trunyan sekaligus memperlihatkan ketegangan antara tradisi dan ekspresi personal. Penelitian ini menggunakan kerangka teori pengkajian kesusastraan (Abdurahman & Hasanah, 2023) sebagai landasan analisis.
Copyrights © 2026