Pemenuhan gizi merupakan faktor yang penting dalam perkembangan anak selama 1000 hari pertama kehidupan. Kekurangan gizi pada masa tersebut dapat menyebabkan gangguan yang bersifat permanen. Pemenuhan kebutuhan gizi pada periode ini ditentukan oleh pola pemberian makan bayi dan anak (PMBA). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan, dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI). Kegiatan pengabdian masyarakat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu dalam pemantauan praktek MP-ASI. Metode yang digunakan berupa edukasi, simulasi serta pendampingan kader dalam pemantauan praktik pemberian MP-ASI. Orientasi pemantauan praktek MP-ASI dilaksanakan pada bulan Agustus 2025. Nilai rata-rata pengetahuan kader meningkat dari 53,5 (SD=12,6) saat pre-test menjadi 77,2 (SD=9,9) saat post-test. Keterampilan kader meningkat dari skor rata-rata awal 4 (SD=0,9) menjadi skor 10 (SD=1,2) setelah simulasi. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna pada tingkat pengetahuan dan ketrampilan kader sebelum dan sesudah orientasi dengan nilai p-value= 0,000. Pendampingan kader dalam memantau praktik MP-ASI digunakan form checklist. Kader mampu mengidentifikasi baduta usia 6 – 23 bulan dengan MP-ASI kurang beragam. Kegiatan orientasi perlu dilakukan di wilayah lain, agar baduta yang bermasalah dengan MP-ASI dapat diketahui dan diberikan edukasi kepada ibunya
Copyrights © 2026