Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan deteksi dini. Data menunjukkan masih tingginya kejadian hipertensi dan rendahnya kesadaran masyarakat Desa Ciangsana melakukan skrining. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang hipertensi melalui pelatihan dengan pendekatan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) pada masyarakat Metode: Skrining kesehatan, penyuluhan interaktif, demonstrasi, pendampingan penyusunan menu, diskusi interaktif diguanakan sebagai metode. Data karakteristik sosiodemografik, antropometrik,tekanan darah, dan gula darah puasa dikumpulkan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan responden dianalisis dengan uji Wilcoxon signed rank. Hasil: mayoritas responden berjenis kelamin perempuan 28 (93,3%), median usia 45 (27 – 70) tahun, dengan tingkat pendidikan rendah yaitu 13 (56,7%) responden. Pada pemeriksaan fisik ditemukan mayoritas responden memiliki indeks massa tubuh obesitas yaitu 24 (80,0%) responden, obesitas sentral yaitu 19 (63,3%) responden, hipertensi yaitu 10 (33,3%) responden, di mana 6 responden diantaranya tidak rutin minum obat. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan responden yang dilihat adanya peningkatan median (min – max) jawaban benar pasca kegiatan secara bermakna dari 8,5 (0 – 11) dan 10 (7 – 11); p<0.001. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat menghasilkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan responden tentang hipertensi. Tingginya angka obesitas dan obesitas sentral memerlukan deteksi dini dan edukasi berkelanjutan untuk mengontrol risiko hipertensi. Untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam kontinuitas, kolaborasi tenaga medis dan pemerintah setempat diperlukanprogaram kegiatan.
Copyrights © 2026