Keterampilan bertanya ilmiah merupakan fondasi literasi sains dan berpikir kritis, namun masih rendah pada siswa Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mensintesis strategi pembelajaran kontekstual dan inkuiri untuk memperkuat keterampilan tersebut melalui systematic literature review (SLR) berbasis PRISMA. Pencarian dilakukan pada database Google Scholar, Semantic Scholar, dan SINTA untuk publikasi 2010-2024. Dari 290 artikel teridentifikasi, 78 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah seleksi ketat. Hasil sintesis menunjukkan: (1) keterampilan bertanya siswa didominasi pertanyaan level rendah (C1-C2) dengan partisipasi hanya 5-21%; (2) intervensi CTL, IBL, dan PBL meningkatkan N-Gain keterampilan bertanya pada kategori sedang-tinggi (0.53-0.96); (3) faktor pedagogis, psikologis, dan struktural secara signifikan memengaruhi kemampuan bertanya. Pembelajaran berpusat pada siswa dengan konteks lokal terbukti efektif meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanyaan. Implikasi praktis menekankan pentingnya pelatihan guru, penyesuaian kurikulum, dan pengembangan lingkungan belajar yang mendukung.
Copyrights © 2026