Ni Nyoman Lisna Handayani
Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Efektivitas penggunaan komik sains dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar: sebuah tinjauan sistematis Komang Suparmini; Ni Nyoman Lisna Handayani; I Ketut Suparya
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1203400

Abstract

Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar sering menghadapi tantangan dalam menyampaikan konsep abstrak kepada siswa usia 6–12 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan komik sains terhadap hasil pembelajaran IPAS melalui tinjauan literatur sistematis. Metode penelitian mengadopsi kerangka kerja PRISMA, menelusuri database Scopus, Google Scholar, dan ERIC pada rentang tahun 2015–2024. Dari 500 artikel awal, proses seleksi ketat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menghasilkan 44 studi empiris untuk dianalisis. Hasil sintesis menunjukkan bahwa komik sains memberikan kontribusi positif terhadap hasil pembelajaran IPAS, dengan ukuran dampak (effect size) bervariasi dari sedang (Cohen's d = 0,644) hingga sangat besar (Cohen's d = 1,726). Temuan menunjukkan peningkatan signifikan pada literasi sains, keterampilan berpikir kritis, dan motivasi siswa, khususnya pada siswa kelas 3–6 SD. Format digital dan cetak sama-sama efektif apabila diperkaya dengan elemen interaktif dan bimbingan guru terstruktur. Namun, implementasi menghadapi hambatan berupa akses teknologi dan kesiapan guru. Disimpulkan bahwa komik sains merupakan media efektif untuk pembelajaran IPAS, namun memerlukan integrasi kurikulum yang hati-hati dan validasi konten yang ketat.
Fostering literary creativity through emotional experience: a systematic review of poetry writing instruction in elementary education I Gede Dodik Sanjiartha; Ni Nyoman Lisna Handayani; Gusti Ngurah Arya Yudaparmita
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1203600

Abstract

Poetry writing instruction in Indonesian elementary schools has often emphasized technical mastery while neglecting students' emotional engagement, resulting in formulaic compositions lacking authentic expression. This systematic literature review examined empirical evidence on how emotional experience-based approaches influence elementary students' literary creativity in poetry writing, with a focus on Indonesian contexts while drawing on international evidence. Following PRISMA 2020 guidelines, 38 empirical studies (qualitative, quantitative, and mixed-methods) published between 2018 and 2025 were synthesized from Scopus, ERIC, Google Scholar, Garuda, and SINTA databases. Analysis revealed three key mechanisms through which emotional experience enhanced literary creativity: (1) emotional scaffolding that activated personal memories as creative resources, evidenced by significantly higher originality scores across multiple studies; (2) dialogic reflection processes that transformed raw emotions into poetic language through social mediation; and (3) safe expressive spaces that reduced writing anxiety and encouraged linguistic risk-taking, correlating with greater emotional depth in student poetry. Implementation challenges included teachers' limited training in affective pedagogy and assessment systems prioritizing technical correctness. The findings synthesize existing theoretical and empirical grounding for developing emotionally-responsive poetry writing modules and highlight the need for context-sensitive teacher professional development.
Keterampilan bertanya ilmiah siswa sekolah dasar: tinjauan sistematis strategi kontekstual dan inkuiri Saifudin Zuhri; I Made Ari Winangun; Ni Nyoman Lisna Handayani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1203800

Abstract

Keterampilan bertanya ilmiah merupakan fondasi literasi sains dan berpikir kritis, namun masih rendah pada siswa Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mensintesis strategi pembelajaran kontekstual dan inkuiri untuk memperkuat keterampilan tersebut melalui systematic literature review (SLR) berbasis PRISMA. Pencarian dilakukan pada database Google Scholar, Semantic Scholar, dan SINTA untuk publikasi 2010-2024. Dari 290 artikel teridentifikasi, 78 artikel memenuhi kriteria inklusi setelah seleksi ketat. Hasil sintesis menunjukkan: (1) keterampilan bertanya siswa didominasi pertanyaan level rendah (C1-C2) dengan partisipasi hanya 5-21%; (2) intervensi CTL, IBL, dan PBL meningkatkan N-Gain keterampilan bertanya pada kategori sedang-tinggi (0.53-0.96); (3) faktor pedagogis, psikologis, dan struktural secara signifikan memengaruhi kemampuan bertanya. Pembelajaran berpusat pada siswa dengan konteks lokal terbukti efektif meningkatkan kuantitas dan kualitas pertanyaan. Implikasi praktis menekankan pentingnya pelatihan guru, penyesuaian kurikulum, dan pengembangan lingkungan belajar yang mendukung.
Augmented reality untuk pembelajaran bangun ruang: tren, kesenjangan, dan agenda riset masa depan (systematic literature review) I Komang Surantika; Ni Nyoman Kurnia Wati; Ni Nyoman Lisna Handayani
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 14 No. 1 (2026): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1204700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren dan kesenjangan riset mengenai pemanfaatan Augmented Reality (AR) dalam pembelajaran bangun ruang melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Sebanyak 25 artikel empiris yang terindeks pada basis data bereputasi (Scopus, Web of Science, IEEE Xplore, ERIC) dianalisis menggunakan kerangka PRISMA. Artikel tinjauan sistematis lain hanya digunakan untuk triangulasi latar belakang, bukan sebagai data utama, untuk menghindari duplikasi temuan. Hasil analisis menunjukkan empat tren utama: (1) dominasi penelitian pada konteks pendidikan tinggi dan STEM; (2) fokus pada pengukuran dampak AR terhadap kemampuan spasial dan motivasi belajar; (3) perbandingan efektivitas antara perangkat mobile dan Head-Mounted Display (HMD); serta (4) integrasi AR dengan pendekatan pedagogis inovatif. Di sisi lain, teridentifikasi lima kesenjangan riset kritis, termasuk minimnya studi longitudinal pada jenjang Sekolah Dasar dan keterbatasan penelitian di konteks negara berkembang. Artikel ini merekomendasikan agenda riset masa depan yang berorientasi pada keadilan akses dan validasi pedagogis, khususnya dalam kerangka Kurikulum Merdeka di Indonesia.