Salah satu karakteristik artikel ilmiah ialah adanya variasi argumen sebagai bentuk pertanggungjawaban ilmiah seorang penulis terhadap isi artikelnya. Argumen dapat dikatakan berhasil apabila sebuah pernyataan dapat dibentengi dengan aneka alasan dan bukti (argumen yang variatif). Melalui konstruksi argumen yang variatif, pembaca dapat diyakinkan bahwa masalah yang diangkat terselesaikan secara ilmiah. Artikel ini menelaah variasi ‘argumen saksi’ dalam pembelajaran menulis ilmiah bagi mahasiswa. Teori dasar yang digunakan ialah model argumen saksi Douglas Walton. Variasi argumen saksi sebagai acuan dasar untuk pembelajaran menulis ilmiah dianggap urgen mengingat argumen saksi ternyata bukan hanya berwujud argumen pendapat ahli saja sebagaimana selama ini dibuat kebanyakan penulis, tetapi masih terdapat jenis argumen lain untuk membentengi pernyataan posisi. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan, yakni telaah dokumen dan literatur-literatur yang relevan. Berdasarkan hasil telaah ditemukan tiga hal. Pertama, dalam pembelajaran menulis ilmiah dapat dibuat variasi argumen pendapat ahli dalam wujud argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, dan argumen pendapat ahli 3. Selanjutnya, sebagai bentuk persuasi dapat ditambahkan argumen analogi dan argumen penalaran praktis. Kedua, dalam pembelajaran menulis ilmiah, argumen fakta-hipotesis dapat dibuat variasinya berupa argumen pendapat ahli 1, argumen pendapat ahli 2, argumen pendapat ahli 3, argumen preseden, dan argumen pengecualian. Ketiga, bentuk variasi lain untuk argumen penalaran praktis, yakni argumen analogi, argumen preseden, argumen pendapat ahli 1, dan argumen pendapat ahli 2. Melalui konstruksi argumen yang variatif, artikel yang dihasilkan mahasiswa memenuhi kepatutannya (bereputasi).
Copyrights © 2022