ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasikan dan merepresntasikan kolonialisme yang termuat dalam komik “One Piece” karya Eiichiro Oda, bagian yang penulis bahas dalam komik One Piece adalah arc Arabasta yang termuat dalam volume 18 sampai volume 23 dengan pendekatan analisis postkolonial Frantz Fanon. Komik ini mengisahkan tentang seorang anak muda bernama Monkey D. Luffy yang menjadi bajak laut, tujuan utamanya adalah berlayar ke laut mencari harta terpendam peninggalan raja bajak laut, walaupun begitu penulis komik ini tidak menggambarkan tokoh utama sebagai bajak laut pada umumnya, justru seperti pahlawan yang membantu menyelesaikan masalah setiap kali dia datang ke suatu pulau, khusus arc Arabasta, tokoh utama membantu kerajaan Arabasta terbebas dari belenggu kolonialisme. Melalui analisis kualitatif, penelitian ini mengidentifikasikan empat representasi kolonialisme yang diklasifikasikan dalam beberapa data. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa komik ini sangat menggambarkan kolonialisme, terutama arc Arabasta dengan panel gambar dan balon bicara yang termuat dalam komik ini, sangat tercermin gambaran kesengsaraan rakyat arabasata secara fisik maupun batin. Penelitian ini diharapkan dapat memberi sumbangsih terhadap kajian karya sastra, khususnya kajian komik dan kajian kolonialisme, serta memperluas pengetahuan tentang peran komik dalam kehidupan bermasyarakat. KATA KUNCI: Komik; One Piece; Arabasta; Representasi kolonialisme; Postkolonial COLONIALISM REPRESENTATION IN THE ONE PIECE ARABASTA COMIC: FRANTZ FANON’S POSTCOLONIAL THEORY ABSTRACT: The purpose of this study is to identify and represent colonialism contained in Eiichiro Oda’s “One Piece” comic. The author discusses the Arabasta arc in One Piece, which is contained in volumes 18 to 23, using Frantz Fanon’s postcolonial analysis approach. This comic tells the story of a young man named Monkey D. Luffy who becomes a pirate. Whose main goal is to sail the seas in search of the buried treasure of the pirate king. However, the author of this comic does not portray the main character as a typical pirate, but rather as a hero who helps solve problems whenever he comes to an island. Specifically in the Arabasta arc, the main character helps Arabasta kingdom free itself from the shackles of colonialism classifield in several data. The results of this study show that this comic strongly depicts colonialism, especially in the Arabasta arc, with the panels and speech bubbles contained in this comic clearly reflecting the physical and mental suffering of the Arabasta people. This research is expected to contribute to literary studies, particularly comic studies and colonialism studies, as well as expand knowledge about the role of comic in society. KEYWORDS: Comic; One Piece; Arabasta; Representation of colonialism; Postcolonial
Copyrights © 2026