Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Interaksi Pelaku Phubbing (phone snubbing) pang Terjadi Pada Remaja di Desa Salutambun Barat, 2) Dampak Perilaku Phubbing (phone snubbing) Terhadap Kalangan Remaja di Desa Salutambun Barat. Jenis penelitian Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif. Jumlah informan penelitian ini sebanyak 8 orang remaja Salutambun Barat yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu remaja yang menggunakan smartphone dan melakukan phubbing. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengecekan keabsahan data menggunakan member check. Teknik analisis data terdiri dari redukdi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) interaksi pelaku phubbing yang terjadi pada remaja di Desa Salutambun yaitu: Proses interaksi remaja pelaku phubbing kurang lancar, hal ini disebabkan karena seorang remaja terlalu fokus ke smartphonenya sehingga mengabaikan orang yang di sekitarnya. Akibatnya interaksi tatap muka terhadap teman kurang lancar. Phubbing menurunkan kualitas dan keterampilan sosial individu karena menghambat keterlibatan penuh dalam interaksi yang penting untuk internalisasi nilai sosial dan pengambilan peran. Perilaku phubbing dapat mengganggu dinamika interaksi sosial, karena simbol-simbol yang digunakan tidak sejalan dengan makna yang diharapkan dalam konteks sosial. 2) dampak perilaku phubbing terhadap kalangan remaja di desa salutambun yaitu: a) dampak pada pelaku, yaitu: kecanduan smartphone, banyak pekerjaan yang tertunda, merusak hubungan atau relasi pertemanan maupun dalam keluarga,dan menurunnya interaksi langsung dan kualitas komuniksi; b) dampak pada teman sekitar yaitu: merasa kecewa dan merasa tidak dihargai atau dianggap tidak penting
Copyrights © 2026