Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep dan relevansi teori belajar behaviorisme dari pemikiran John B. Watson dan Edward Lee Thorndike dalam meningkatkan motivasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di madrasah pada jenjang MI, MTs, dan MA. Teori behaviorisme memandang bahwa perubahan perilaku belajar terbentuk melalui hubungan stimulus dan respons yang diperkuat oleh penguatan (reinforcement), sehingga memiliki kontribusi penting dalam pembentukan kebiasaan religius, motivasi belajar, dan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis berbasis studi kepustakaan (library research). Objek kajian penelitian bersifat konseptual, meliputi teori, pemikiran, dan hasil penelitian ilmiah yang membahas behaviorisme, motivasi belajar, dan pembelajaran PAI. Data penelitian diperoleh dari literatur primer berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan, serta literatur sekunder berupa dokumen pendukung dan penelitian terdahulu yang kredibel. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan seleksi literatur secara sistematis, sedangkan analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip utama behaviorisme, seperti Law of Effect, law of exercise, dan law of readiness, serta implikasinya dalam pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori behaviorisme memiliki relevansi yang kuat sebagai landasan konseptual dalam meningkatkan motivasi belajar, baik intrinsik maupun ekstrinsik, apabila diterapkan secara kontekstual dan berkelanjutan dalam pembelajaran PAI.
Copyrights © 2026