Tingginya angka pengangguran lulusan SMK mencerminkan kesenjangan antara kompetensi siswa dengan kebutuhan industri. Pembelajaran yang masih konvensional dan kemitraan sekolah-industri yang terbatas menyebabkan aspek kolaborasi dan motivasi belajar belum optimal. Penelitian ini mengembangkan model Project-Based Learning berorientasi Industri (PjBL+i) yang mengintegrasikan kebutuhan dunia kerja ke dalam seluruh tahapan pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development dengan kerangka Richey dan Klein, dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 2 Sleman melibatkan 115 siswa kelas XI Teknik Otomotif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan guru dan praktisi industri, validasi ahli, serta kuesioner penilaian diri siswa. Model PjBL+i terdiri dari enam tahapan sistematis dengan keterlibatan aktif mitra industri mulai dari identifikasi kebutuhan hingga evaluasi akhir. Hasil validasi menunjukkan kelayakan model mencapai 91,67% dengan kategori sangat layak. Implementasi model menghasilkan peningkatan kemampuan kerja sama siswa (rerata skor 4,22) dan motivasi belajar (rerata skor 4,24), keduanya berkategori sangat baik. Model PjBL+i terbukti efektif menjembatani kesenjangan pembelajaran dengan tuntutan industri sekaligus meningkatkan keterampilan kolaboratif dan motivasi siswa melalui pengalaman pembelajaran autentik.
Copyrights © 2025