Kinerja karyawan harus optimal untuk mencapai tujuan perusahaan, sehingga penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan tenang. Perusahaan juga harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja untuk mencegah kecelakaan. Pekerjaan dapat dianggap aman jika dapat menghindari risiko. Proses pembuatan shaft propeller dari stainless steel dengan mesin bubut adalah penting dalam industri kapal. Pontensi bahaya pada proses pembuatan poros propeller muncul pada semua tahapan proses meliputi, Pemindahan material poros propeller, pembubutan, pengeboran, dan penghalusan material poros propeller. Bentuk risiko tersebut diantaranya, cedera fisik karena kontak dengan mesin, cedera otot dan tulang saat mengangkat material, serta paparan debu logam dan kebisingan yang dapat membahayakan kesehatan. Analisis yang dihasilkan dari identifikasi variasi risiko yang memiliki nilai tertinggi dengan menggunakan metode Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) ada beberapa bahaya yang teridentifikasi meliputi risiko tertimpa benda berat, paparan benda tajam, cedera pada mata, iritasi, kontak dengan mesin bergerak, gangguan pendengaran, serta luka dan memar. Dalam pengukuran risiko, ditemukan bahwa nilai tertinggi mencapai 6, sementara nilai terendah adalah 1. Hasil dari studi ini memberikan pemahaman yang penting mengenai keselamatan dan kesehatan kerja di workshop dalam proses pembuatan poros propeller.
Copyrights © 2026