Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pengangguran dan inflasi terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Sumatera Utara. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, serta berbagai literatur ilmiah terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat pengangguran dan inflasi memiliki hubungan positif terhadap peningkatan kemiskinan. Tingginya pengangguran menyebabkan penurunan pendapatan masyarakat, sedangkan inflasi menurunkan daya beli, khususnya bagi kelompok berpendapatan rendah. Secara simultan, kedua variabel tersebut berkontribusi signifikan dalam mempengaruhi tingkat kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan ekonomi yang terintegrasi melalui penciptaan lapangan kerja dan pengendalian inflasi guna menekan angka kemiskinan di Sumatera Utara.
Copyrights © 2026