Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tradisional di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter (akhlak) santri, yang kemudian menjadi agen karakter di masyarakat luas. Artikel ini mengkaji peran vital pesantren sebagai pusat pengembangan karakter dengan metode studi literatur (library research). Analisis dilakukan berdasarkan konsep-konsep kunci pesantren, masyarakat, dan kerangka teoritis karakter (knowing, feeling, doing the good). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa sistem pendidikan holistik pesantren, yang mengandalkan keteladanan kiai, pembiasaan 24 jam, dan kurikulum Kitab Kuning, efektif menanamkan nilai-nilai luhur seperti kemandirian, ukhuwah, kesederhanaan, dan integritas. Peran ini meluas ke masyarakat melalui fungsi kontrol sosial, dakwah wasathiyah, dan motor pemberdayaan ekonomi oleh para alumni dan kiai. Disimpulkan bahwa pesantren adalah benteng moral yang relevansinya krusial di tengah tantangan degradasi moral dan disrupsi digital, mencetak individu yang berakhlak mulia sekaligus produktif dan mandiri.
Copyrights © 2026