Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika penggunaan gawai dan interaksinya dengan sikap hormat siswa kepada orang tua di Sekolah Minggu Buddha Vihara Asokarama Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 siswa, 6 orang tua, dan 3 guru melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi selama empat minggu. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% siswa menggunakan gawai lebih dari tiga jam per hari dengan dominasi konten hiburan, yang berkorelasi dengan berkurangnya interaksi tatap muka dan meningkatnya kecenderungan menunda atau mengabaikan instruksi orang tua. Namun demikian, siswa yang memperoleh pendampingan dialogis dan pengaturan waktu layar yang terstruktur tetap menunjukkan indikator sikap hormat yang konsisten, seperti kepatuhan verbal, empati, dan partisipasi membantu orang tua. Internalisasi nilai-nilai Dhamma seperti mindfulness (sammā-sati), mettā, dan paññā berperan sebagai faktor moderasi yang memperkuat kendali diri dan kesadaran moral. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak penggunaan gawai bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh pola pendampingan keluarga serta penguatan nilai keagamaan.
Copyrights © 2026