Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tren Belanja Online dan Implikasinya terhadap Pasar Tradisional (Studi Kasus di Pasar Tradisional Sawah Makassar) Lie Li cu; Lasnici Lasnici; Ferdy Anthonius; Majaputera Karniawan; Danny Khoyana Djulijanto
Jurnal Ekonomi, Akutansi dan Manajemen Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Utiliti Project Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jeama.v4i3.501

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren belanja online dan implikasinya terhadap pasar tradisional, dengan studi kasus di Pasar Tradisional Sawah di Makassar. Menggunakan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara dan Google Forms dengan pedagang dan konsumen di pasar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren belanja online telah menyebabkan substitusi untuk jenis produk tertentu, yang mengakibatkan penurunan jumlah pembeli dan omset bagi beberapa pedagang. Produk seperti pakaian dan kebutuhan sehari-hari yang mudah distandarisasi lebih rentan terhadap gangguan ini. Namun, pasar tradisional masih memiliki keunggulan kompetitif yang kuat dalam menyediakan produk segar dan pengalaman belanja langsung yang memungkinkan interaksi fisik dan tawar-menawar. Strategi adaptasi para pedagang bervariasi, mulai dari fokus pada keunggulan fisik hingga adopsi digital sebagian (misalnya, penggunaan platform pengiriman makanan). Konsumen menyarankan peningkatan fasilitas pasar, adopsi pembayaran digital (QRIS), dan promosi online untuk meningkatkan daya saing. Studi ini menyimpulkan bahwa pasar tradisional tidak akan sepenuhnya tergantikan, tetapi harus berevolusi melalui integrasi kekuatan tradisional dengan inovasi digital untuk mempertahankan relevansinya di era modern.
Dinamika Penggunaan Gawai Dan Sikap Hormat Siswa Kepada Orang Tua Di Sekolah Minggu Buddha Vihara Asokarama Bali Eddy Trisna Winnana; Susijati Susijati; Ferdy Anthonius
Publikasi Pendidikan Vol 16, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/publikan.v16i1.82587

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika penggunaan gawai dan interaksinya dengan sikap hormat siswa kepada orang tua di Sekolah Minggu Buddha Vihara Asokarama Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 12 siswa, 6 orang tua, dan 3 guru melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta dokumentasi selama empat minggu. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% siswa menggunakan gawai lebih dari tiga jam per hari dengan dominasi konten hiburan, yang berkorelasi dengan berkurangnya interaksi tatap muka dan meningkatnya kecenderungan menunda atau mengabaikan instruksi orang tua. Namun demikian, siswa yang memperoleh pendampingan dialogis dan pengaturan waktu layar yang terstruktur tetap menunjukkan indikator sikap hormat yang konsisten, seperti kepatuhan verbal, empati, dan partisipasi membantu orang tua. Internalisasi nilai-nilai Dhamma seperti mindfulness (sammā-sati), mettā, dan paññā berperan sebagai faktor moderasi yang memperkuat kendali diri dan kesadaran moral. Temuan ini menunjukkan bahwa dampak penggunaan gawai bersifat kontekstual dan dipengaruhi oleh pola pendampingan keluarga serta penguatan nilai keagamaan.
Warisan Leluhur Sebagai Identitas Bangsa Di Era Globalisasi Ratnasari Ratnasari; Ferdy Anthonius; Majaputera Karniawan; Meilianti Meilianti
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2026): JUNI:ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v6i2.23998

Abstract

Ancestral heritage holds a strategic position in shaping the identity of the Indonesian nation. As a country consisting of hundreds of ethnic groups, languages, and traditions, cultural heritage serves as the foundation of values, a symbol of national identity, and a form of social capital for the nation’s sustainability. However, the era of globalization presents new challenges, including the penetration of foreign cultures, rapid modernization, and the weakening transmission of cultural values to younger generations. This study aims to comprehensively examine the role of ancestral heritage in building national identity, analyze the impact of globalization on the sustainability of local traditions, and formulate relevant preservation strategies in contemporary contexts. This research employs a qualitative-descriptive approach with literature study as the primary data collection technique. The literature analyzed includes theories of anthropology, cultural sociology, concepts of national identity, and UNESCO documents related to cultural heritage preservation. The findings indicate that ancestral heritage is not only aesthetic and historical in nature but also contains philosophical and ethical values that can serve as guiding principles for modern society. On the other hand, globalization has ambivalent impacts: it opens spaces for creativity while simultaneously posing a threat to the integrity of local cultural identities. Cultural preservation strategies must involve formal and nonformal education, revitalization of traditional communities, digital innovation, and strong governmental policy support. Through collaborative reinforcement, ancestral heritage can remain alive and relevant, even becoming a national strength in facing global dynamics.