Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Teknologi Informasi Internet terhadap Prestasi Belajar di SMK Eka Wijaya Cibinong Susijati, Susijati; Santamoko, Ruby
Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha Vol. 1 No. 1 (2020): Prosiding Ilmu Agama dan Pendidikan Agama Buddha
Publisher : SEKOLAH TINGGI AGAMA BUDDHA DHARMA WIDYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini berkaitan dengan teknologi informasi internet terhadap prestasi belajar. Perkembangan internet juga menjadi salah satu media dalam belajar. Dengan internet semua informasi bisa diakses dengan mudah. Fasilitas kemudahan yang diberikan akan membuat peserta didik lebih terdorong untuk mengetahui perkembangan internet. Prestasi merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai seseorang untuk tujuan tertentu. Salah satu faktor yang membuat keberhasilan prestasi belajar. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif karena informasi atau data diwujudkannya dalam bentuk angka dan analisisnya. Dilihat dari jenis permasalahan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana penggunaan informasi internet berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik di SMK Eka Wijaya Cibinong kelas X dan kelas XI. Untuk mencapai tujuan penelitian penulis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian menggunakan metode sampel acak sederhana dengan penilaian skor menggunakan skala likert. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode studi kepustakaan, riset lapangan, kuisioner dan wawancara terstruktur. Data yang didapat pada penelitian diolah dengan metode statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi informasi internet mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar. Hal in ditunjukkan dengan nilai rapor yang bagus dan cukup bagus
Hubungan Kecanduan Bermain Gadget Dan Perilaku Anti Sosial Dengan Motivasi Belajar (Studi Kasus di SMP Eka Wijaya, Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor).: Hubungan Kecanduan Bermain Gadget Dan Perilaku Anti Sosial Dengan Motivasi Belajar (Studi Kasus di SMP Eka Wijaya, Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor). Susijati; Sutrisno; R Surya Widya
Dhammavicaya Vol. 5 No. 1 (2021): Jurnal Dhammavicaya
Publisher : STAB Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research’s aim is to determine how the motivation to learn can be improved by observing the motivation to learn and other variables: the correlation of playing gadget addiction and antisocial behavior individually or collectively. This research is done quantitatively with the survey method. The population in this study was 122 students from grade VII-IX at SMP Eka Wijaya. The data were collected through the questionnaire and were analyzed with regression-correlation statistics. The results finding showed that there is a negative correlation between gadgets’ addiction and motivation to learn with the coefficient ry1 = -0,179. There is a negative correlation between antisocial behavior and motivation to learn with the coefficient ry2 =- 0,427. There is weak correlation between gadget’s addiction and antisocial behaviour altogether on students’ motivation of learning with the coefficient ry12 = 0,439 then R Square 0.192 with an adjusted R Square value : 0.179 (17.9%) the regression equation is Ŷ = 62.898 – 0.179X1 – 0.427X2 + e.This indicates that motivation to learn can be improved through the addiction to playing the gadget positively and also to decrease the antisocial behavior by playing the gadget together with other people. Keywords : Gadget’s addiction, Antisocial Behaviour, Motivation to learn ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan mengamati motivasi belajar dan variabel lain: hubungan kecanduan bermain gadget dengan perilaku antisosial secara individu atau kolektif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII - IX SMP Eka Wijaya sebanyak 122 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan dianalisis dengan statistik regresi-korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecanduan gadget dengan motivasi belajar dengan koefisien ry1 = -0,179. Terdapat hubungan negatif antara perilaku antisosial dengan motivasi belajar dengan koefisien ry2 =- 0,427. Terdapat hubungan yang lemah antara kecanduan gadget dan perilaku antisosial secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa dengan koefisien ry12 = 0,439 kemudian R Square 0,192 dengan nilai Adjusted R Square : 0,179 (17,9%) persamaan regresinya adalah = 62,898 – 0,179X1 – 0,427X2 + e.Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui kecanduan bermain gadget secara positif dan juga untuk mengurangi perilaku antisosial dengan bermain gadget bersama dengan orang lain. Kata kunci : Kecanduan Gadget, Perilaku Antisosial, Motivasi Belajar
Hubungan Kecanduan Bermain Gadget Dan Perilaku Anti Sosial Dengan Motivasi Belajar (Studi Kasus di SMP Eka Wijaya, Ciriung, Cibinong, Kabupaten Bogor) Susijati Susijati; Sutrisno Sutrisno; R Surya Widya
Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma Vol. 5 No. 1 (2021): Juli : Jurnal Pengkajian Dhamma
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/dv.v5i1.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana motivasi belajar dapat ditingkatkan dengan mengamati motivasi belajar dan variabel lain: hubungan kecanduan bermain gadget dengan perilaku antisosial secara individu atau kolektif. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII - IX SMP Eka Wijaya sebanyak 122 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan dianalisis dengan statistik regresi-korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara kecanduan gadget dengan motivasi belajar dengan koefisien ry1 = -0,179. Terdapat hubungan negatif antara perilaku antisosial dengan motivasi belajar dengan koefisien ry2 =- 0,427. Terdapat hubungan yang lemah antara kecanduan gadget dan perilaku antisosial secara bersama -sama terhadap motivasi belajar siswa dengan koefisien ry12 = 0,439 kemudian R Square 0,192 dengan nilai Adjusted R Square : 0,179 (17,9%) persamaan regresinya adalah = 62,898 – 0,179X1 – 0,427X2 + e.Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui kecanduan bermain gadget secara positif dan juga untuk mengurangi perilaku antisosial dengan bermain gadget bersama dengan orang lain.
MENINGKATKAN PENGETAHUAN KEBERAGAMAN DAN TOLERANSI SISWA SMA/SMK JABODETABEK & MAHASISWA STAB NALANDAMELALUI WISATA RUMAH IBADAH Astri Chintya Astana; Gustiya Gandha Metri; Susijati Susijati; Ria Restina Robiyanti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19447

Abstract

Indonesia juga dikenal sebagai negara dimana masyarakatnya menjunjung tinggi nilai dan ajaran agamanya. Sebagai negara yang kaya akan keberagaman Indonesia perlu menggaungkan mengenai kebergamaan dan toleransi kepada seluruh rakyat Indonesia. Toleransi dan keberagaman perlu dibentuk dimulai generasi muda. Wisata Rumah Ibadah salah satu cara untuk mengenalkan dan mengembangkan pengetahuan toleransi dan keberagaman. Rumah Moderasi Beragama Nalanda mengadakan Wisata Rumah Ibadah untuk Siswa Sejabodetabek. Kegiatan ini memberikan peningkatan pengetahuan mengenai keberagaman agama yang ada di Indonesia. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah edukasi dimana memberikan pengetahuan kepada siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut menggunakan kuisioner yang diberikan sebagai pre-test dan post-test. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai keragaman agama dan rumah ibadah. Melalui edukasi yang diberikan bertujuan meminimalisir generasi muda memiliki sikap intoleransi sehingga bukan hanya sekedar menerima perbedaan tetapi saling mengakui, saling terbuka, dan saling mengerti adanya perbedaan dan tidak mempersoalkan perbedaan tersebut meski mereka tidak sepakat.
Studi Literatur Tentang Pendidikan Moral Anak Usia Dini, Tantangan, Pendekatan dan Dampaknya Terhadap Perkembangan Karakter Susijati Susijati; Dharmika Pranidhi; Laras Laras
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 4 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v4i1.2054

Abstract

Pendidikan moral pada anak usia dini merupakan aspek krusial dalam pembentukan karakter dan perilaku sosial yang positif. Artikel ini mengkaji berbagai literatur terkait tantangan, pendekatan, dan dampak pendidikan moral pada anak usia dini. Dengan meneliti berbagai sumber akademis, jurnal, dan penelitian, tujuan dari studi ini adalah untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai bagaimana pendidikan moral dapat diimplementasikan secara efektif dan apa dampaknya terhadap perkembangan karakter anak. Pendidikan moral pada anak usia dini sangat penting karena membentuk dasar bagi perkembangan moral dan etika mereka di masa depan.Perkembangan moral ditandai dengan adanya pemahaman dan kesadaraan individu untuk bertindak sesuai dengan aturan yang diharuskan diterapkan sejak anak menginjak usia dini. Karakter anak adalah gambaran tingkah laku anak yang dapat dinilai dari norma-norma lingkungan masyarakat.
The Effectiveness of a Holistic Approach in Early Children's Language Development Tisya Permatasari; Susijati Susijati; Susi Sri Andiyanti
Education Achievement: Journal of Science and Research Volume 4 Nomor 1 Maret 2023
Publisher : Pusdikra-Publishing.com

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/jsr.v4i1.2056

Abstract

This study investigates the effectiveness of a holistic approach to early childhood language development through an extensive literature review. The holistic approach integrates cognitive, emotional, social, and physical dimensions to promote comprehensive language growth in young children. Findings suggest that environments providing rich verbal stimulation and active social interaction are pivotal in enhancing children's vocabulary and language comprehension. Frequent, positive interactions with adults and peers significantly support the development of speaking skills and verbal expression. Additionally, family involvement in daily language activities plays a crucial role in optimizing language development outcomes. Despite strong evidence supporting the holistic approach, this study acknowledges the limitation of relying solely on literature reviews and emphasizes the need for further empirical research, including case studies and experimental studies. Such research is necessary to validate the effectiveness of the holistic approach and to explore its practical applications in diverse educational contexts. The research highlights the significant potential of the holistic approach in fostering comprehensive language development and calls for continued investigation to refine and enhance educational practices based on these findings.
Implementasi Pola Asuh Orang Tua dalam Pembentukan Karakter Anak Sekolah Minggu Buddha di Vihara Theravada Buddha Sasana Kelapa Gading Gandha, Gustiya; Susijati, Susijati
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.1070

Abstract

Pola asuh merupakan salah satu komponen penting dalam pembentukan karakter anak. Dalam hal ini orang tua wajib memahami jenis pola asuh, karena hal ini menjadi faktor yang penting dalam pembentukan karakter anak. Implementasi pola asuh orang tua yang sesuai akan mempengaruhi pada tumbuh kembang anak baik secara mental dan sosialnya. Jika pola asuh yang digunakan orang tua tidak sesuai, maka hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap perkembangan karakter anak yang mengarah pada pembentukkan karakter yang buruk. Oleh karenanya implementasi pola asuh orang tua dalam membentuk karakter anak harus disesuaikan dengan perkembangan zaman dan harus memahami karakter anak terlebih dahulu, karena anak memiliki karakter yang berbeda sehingga tidak semua jenis pola asuh dapat di implementasikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada orang tua di Vihara Theravada Buddha Sasana Kelapa Gading dalam mengimplementasikan pola asuh yang sesuai dalam upaya membentuk karakter positif pada diri anak yang berlandaskan pada nilai - nilai Buddhis. Pada penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk membentuk karakter anak supaya memiliki kepribadian yang baik atau sesuai harapan orang tuanya, maka orang tua perlu memberikan kesempatan kepada anak untuk dapat bertanggung jawab terhadap apa yang telah dilakukan sehingga anak memiliki komitmen dan sebisa mungkin berusaha untuk dapat menyelesaikan permasalahannya.
PEMBINAAN PEMBELAJARAN SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK BAGI GURU-GURU PAUD NAVA DHAMMASEKHA KARUNA, TELUKNAGA, TANGERANG Astana, Astri Chintya; Susijati, Susijati; Sihombing, Trifena R. Clara
Community Services and Social Work Bulletin Vol 2, No 2 (2022): Community Services and Social Work Bulletin Volume 2 No. 2 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/cswb.v2i2.7596

Abstract

An important component in learning and learning activities is the educator, or teacher. Teachers play a very important role because they function as mentors who deliver and transfer teaching materials in the form of knowledge. The teacher also determines the success of the students related to the teaching and learning process. It is required that teachers improve quality and professionalism. One of its competencies is pedagogic competence, which is the ability of teachers to manage student learning, which includes understanding insights or educational foundations, understanding of students, developing curriculum or a syllabus, learning design, implementing educational and dialogical learning, utilizing learning technology, and evaluating learning outcomes. Not all Nava Dhammasekha teachers have a background in early childhood education. Based on this background, the author was encouraged to do service to the Nava Dhammasekha Karuna school, Teluk Naga Tangerang. This community service activity is intended to provide training and coaching aimed at helping teachers improve their pedagogical competence.
Scribbling Stage Sebagai Basic Writing Step Untuk Mengembangkan Kemampuan Menulis Anak Usia Dini Tisya Permatasari; Susijati Susijati
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2022): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v3i1.9111

Abstract

The development of writing skills in early childhood plays a significant role in preparing children for more structured writing abilities in the future. One of the initial stages in the development of writing skills in early childhood is the scribbling stage, where children make random marks and lines. The scribbling stage is often seen as a fundamental step in developing writing skills in early childhood. This literature review aims to explore the importance of the scribbling stage as a basic writing step in developing early childhood writing skills. In this study, we collected and analyzed various literature sources discussing the scribbling stage and its impact on the development of writing skills in early childhood. The findings indicate that the scribbling stage serves as a crucial foundation for developing writing skills in early childhood. During this stage, children begin to familiarize themselves with writing tools, develop creativity, gain initial understanding of writing concepts, and enhance fine motor skills. Scribbling activities also help children express their thoughts, ideas, and feelings while strengthening the coordination between the brain and hand. This research also highlights the significant implications of the scribbling stage in language development, visual perception, and problem-solving abilities in children. Support from parents and educators is crucial during the scribbling stage to establish a strong foundation for further writing development in children.
Learning Strategies Through Storytelling For Increase Tolerance Attitudes Of Buddhist Children Aged 4-6 Years In Cibinong Susijati Susijati; Tisya Permatasari; Astri Chintya Astana
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2022): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v3i1.10573

Abstract

Storytelling is a powerful strategy in helping children build their comprehension, language skills, and imagination. Stories bring to life the world of children's imagination and help them understand abstract concepts. Through stories, children can learn about the values, characters, and various experiences that shape their understanding of the world. Storytelling, be expected that it can develop tolerance in Buddhist children aged 4-6 years. Through the stories contained in the Khudaka Nikaya-Jataka, the tenth book containing the story of the past life of the Great Master Buddha. From the story retold by the school teacher or Sunday school teacher, it is hoped that Buddhist children aged 4-6 years can develop with good morals and behavior.The results of research by applying the storytelling method make children able to understand the parables of popular Buddhist stories such as the story of a chatty turtle. The meaning of the story is that we must learn to say words that only bring benefits.