Penelitian ini mengkaji periodesasi seni Melayu dengan fokus pada keberlanjutan elemen seni dan budaya yang berkembang dari masa ke masa. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada dinamika perubahan sosial, politik, dan keagamaan yang memengaruhi transformasi seni Melayu, namun tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional sebagai identitas budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi tahapan periodesasi seni Melayu serta menganalisis bentuk keberlanjutan elemen estetika, simbolik, dan filosofis di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, melalui studi literatur, analisis dokumen, dan interpretasi terhadap karya seni Melayu dalam berbagai periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seni Melayu mengalami beberapa fase perkembangan, mulai dari periode tradisional, pengaruh Islam, kolonial, hingga kontemporer, dengan adanya adaptasi terhadap perubahan zaman tanpa menghilangkan nilai inti seperti religiusitas, kesopanan, dan simbolisme budaya. Keberlanjutan tersebut tercermin dalam motif, bahasa estetika, serta fungsi sosial seni yang tetap relevan dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa seni Melayu tidak hanya bersifat adaptif, tetapi juga resilien dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. Oleh karena itu, pemahaman terhadap periodesasi ini penting sebagai upaya pelestarian dan penguatan warisan budaya Melayu secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026