Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak Self Efficacy terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas empat di sekolah dasar inklusif di kluster Pangeran Diponegoro, Kabupaten Purworejo. Berpikir kritis merupakan kemampuan penting dalam pendidikan matematika karena memungkinkan siswa untuk menganalisis, bernalar, dan menyelesaikan masalah secara sistematis. Namun demikian, beberapa siswa masih menghadapi tantangan dalam menyelesaikan masalah matematika dan menunjukkan kekurangan kepercayaan diri atas kompetensi mereka. Self Efficacy adalah sifat psikologis yang diyakini memengaruhi kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif melalui teknik survei. Populasi penelitian terdiri dari 122 anak kelas empat dari sekolah dasar inklusif di kluster Pangeran Diponegoro, menggunakan pendekatan sampel jenuh. Metode pengumpulan data meliputi kuesioner untuk menilai Self Efficacy dan asesmen untuk mengevaluasi kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika. “Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjelaskan korelasi antara Self Efficacy dan kemampuan berpikir kritis siswa” serta menjadi referensi bagi pendidik dalam merumuskan strategi pembelajaran yang meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berpikir kritis siswa dalam matematika.
Copyrights © 2026