Proses pengomposan sampah organik rumah tangga kerap menghadapi kendala akibat kurangnya pemantauan terhadap kondisi lingkungan, sehingga kualitas kompos menurun dan waktu penguraian menjadi lebih lama. Penelitian ini mengembangkan sistem Smart Composting Bin berbasis IoT yang dilengkapi sensor suhu, kelembapan udara, kelembapan kompos, serta sensor gas yang terhubung ke platform Blynk untuk pemantauan real-time. Data dikumpulkan selama empat minggu melalui pencatatan otomatis dan dianalisis menggunakan grafik serta tabel. Sistem ini tidak hanya memonitor, tetapi juga menyesuaikan kondisi optimal dengan mengaktifkan pompa air otomatis ketika kelembapan berada di bawah 40% dan mengirimkan notifikasi pada pengguna jika kelembapan kompos lebih dari 60%. Hasil pengujian membuktikan perangkat mampu menjaga suhu pada fase termofilik (50–60 °C) dan kelembapan pada kisaran ideal (55–65%). Evaluasi memperlihatkan bahwa penerapan Smart Composting Bin mempercepat proses dekomposisi, menjaga kestabilan kondisi pengomposan, serta menghasilkan kompos matang lebih cepat dibandingkan metode konvensional. Dengan demikian, penggunaan teknologi IoT terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan mutu pengomposan, serta berpotensi diimplementasikan secara luas dalam pengelolaan sampah organik rumah tangga..
Copyrights © 2025