Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta produktivitas jangka panjang, dan masih menjadi tantangan utama di Indonesia, termasuk di Desa Bi’ih yang mencatat prevalensi 36,1%, lebih tinggi dibandingkan angka kabupaten, provinsi, maupun nasional. Kondisi ini dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi keluarga, ketahanan pangan yang kurang optimal, serta keterbatasan akses pangan bergizi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas keluarga balita stunting melalui edukasi gizi, pelatihan pengolahan makanan berbasis pangan lokal, serta pemberdayaan keluarga dalam budidaya sayuran hidroponik sebagai strategi ketahanan pangan. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi praktik pengolahan pangan sehat, pelatihan budidaya hidroponik, pendampingan, dan monitoring. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan peserta, ditunjukkan oleh kenaikan skor pretest–posttest dari 28% menjadi 92%, serta keberhasilan keluarga dalam mengoperasikan, memanen, dan melakukan penanaman ulang hidroponik secara mandiri. Program ini juga memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa, kader kesehatan, dan keluarga balita dalam upaya pencegahan stunting. Secara keseluruhan, intervensi ini efektif dalam meningkatkan literasi gizi, praktik produksi pangan rumah tangga, serta ketahanan pangan keluarga, sehingga berpotensi menjadi model pemberdayaan berkelanjutan dalam percepatan penurunan stunting di tingkat desa.
Copyrights © 2026