Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan era post-truth yang ditandai dengan dominannya emosi dan opini pribadi dibandingkan fakta objektif. Fenomena ini berdampak pada melemahnya nilai-nilai kebangsaan siswa, seperti rendahnya kemampuan berpikir kritis, tanggung jawab, dan toleransi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai kebangsaan siswa di SMA Negeri 10 Kota Jambi serta strategi guru PPKn dalam menguatkannya di era post-truth. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai kebangsaan belum optimal, terutama pada aspek berpikir kritis dan tanggung jawab yang masih rendah karena pengaruh informasi digital yang tidak terverifikasi. Strategi yang dilakukan guru meliputi pengintegrasian isu aktual, diskusi kritis, pembiasaan disiplin, dan penanaman literasi digital. Kesimpulannya, penguatan nilai kebangsaan memerlukan strategi pembelajaran yang kontekstual dan dialogis berbasis literasi digital.
Copyrights © 2026