Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pendampingan Pembuatan Batik Tulis Jambi Bagi Guru dan Siswa Untuk Meningkatkan Inovasi Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 1 Muara Bungo Dewi, Nurmalia; Sasih, Agustin Wela; Miharti, Isra; Maulia, Siti Tiara; Amalianita, Berru
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.612

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui pendampingan pembuatan Batik Tulis Jambi bagi guru dan siswa di SMK Negeri 1 Muara Bungo. Tujuan lainnya adalah memperkuat pemahaman peserta didik terhadap identitas budaya dan nilai-nilai kebangsaan dengan mengintegrasikan kearifan lokal dalam proses pembelajaran PPKn. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi proses analisis dan dialog intensif dengan pihak sekolah mitra, diikuti dengan tahapan workshop dan pelatihan teknis pembuatan batik tulis Jambi, serta bimbingan penerapan batik sebagai media pembelajaran PPKn. Kegiatan ini diawali dengan pengenalan sejarah dan filosofi motif batik Jambi, yang mengandung nilai-nilai Pancasila seperti cinta tanah air, kerja keras, dan gotong royong, sebelum dilanjutkan ke pelatihan teknis membatik. Hasil pelaksanaan program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dasar membatik yang signifikan pada peserta, serta perubahan positif dalam sikap guru dan siswa, di mana guru mulai menggunakan media berbasis budaya lokal dan siswa menjadi lebih menghargai budaya daerah mereka sendiri. Secara keseluruhan, program ini berhasil memperkaya inovasi pembelajaran PPKn dengan memperkuat pembentukan karakter dan meningkatkan relevansi materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa.
PELATIHAN PEMBUATAN GAME EDUCAPLAY UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR SISWA Romundza, Febbry; Afrida, Afrida; Novferma, Novferma; Miharti, Izra; Dewi, Nurmala; Sasih, Agustin Wela
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2025): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i1.5213

Abstract

ABSTRACT : The use of interactive learning media is one of the strategies to enhance students’ creativity and motivation in the digital era. One platform that can be utilized is Educaplay, which allows users to easily and attractively create various types of educational games. This training activity aims to improve participants’ skills in designing learning games using Educaplay and to assess its impact on students’ learning creativity. The training methods included lectures, demonstrations, hands-on practice, and reflective discussions. The activity was conducted over three days and involved 30 participants, consisting of high school teachers and students. Evaluation was carried out through observation, assessment of game products, and questionnaires on satisfaction and effectiveness. The results showed that 90% of participants were able to create at least two types of educational games relevant to the learning material. The use of these games during trial learning sessions led to a 40% increase in student participation and creativity compared to conventional methods. Moreover, 87% of participants stated that the training was very useful in supporting learning innovation. In conclusion, game development training using Educaplay is effective in improving participants’ digital skills and in promoting students’ creativity in learning. This platform offers an innovative alternative for active and engaging 21st-century learning.Keywords : Educaplay, educational games, creativity, interactive media, training.ABSTRAK : Penggunaan media pembelajaran interaktif merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kreativitas dan motivasi belajar siswa di era digital. Salah satu platform yang dapat dimanfaatkan adalah Educaplay, yang memungkinkan pembuatan berbagai jenis game edukatif secara mudah dan menarik. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam merancang game pembelajaran menggunakan Educaplay serta mengukur dampaknya terhadap kreativitas belajar siswa. Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, demonstrasi, praktik langsung (hands-on), serta diskusi reflektif. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan melibatkan 30 peserta yang terdiri dari guru dan siswa tingkat SMA. Evaluasi dilakukan melalui observasi, penilaian produk game, serta kuesioner kepuasan dan efektivitas. Hasil menunjukkan bahwa 90% peserta mampu membuat minimal dua jenis game edukatif yang sesuai dengan materi pembelajaran. Penggunaan game yang dihasilkan dalam uji coba pembelajaran menunjukkan adanya peningkatan partisipasi dan kreativitas siswa sebesar 40% dibandingkan dengan metode konvensional. Sebanyak 87% peserta menyatakan pelatihan ini sangat bermanfaat dalam mendukung inovasi pembelajaran. Kesimpulannya, pelatihan pembuatan game menggunakan Educaplay efektif dalam meningkatkan keterampilan digital peserta serta mampu mendorong kreativitas belajar siswa. Platform ini dapat menjadi alternatif media pembelajaran inovatif yang mendukung pembelajaran aktif dan menyenangkan di abad 21.Kata kunci : Educaplay, game edukatif, kreativitas, media interaktif, pelatihan
Adaptation strategy of farming communities in Renah Kayu Embun Village, Kumun Debai District, Sungai Penuh City Sasih, Agustin Wela
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 12 (2025): December 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i12.814

Abstract

The farming community in Renah Kayu Embun Village utilizes land for farming to meet their daily needs. However, they face several obstacles, including weather conditions, land slopes, limited equipment, and long distances to market. This requires the community to adapt to the conditions it faces. This study aims to describe and explain the adaptation strategies employed by the farming community to survive the conditions they face. Data collection methods included interviews, observation, and documentation.The research results show that there are several adaptation strategies carried out by farming communities: First, adaptation strategies to the natural environment; (1) Digging a well, (2) making a water reservoir, (3) carrying out the tradition of sending rain. (4) Convert sloping land into steps. Second, adaptation strategies to tool limitations include (1) making sungkaik and coffee grinders and (2) Usoh as a traditional means of transportation. Some of the adaptation strategies carried out by farming communities are in the form of ideas, knowledge, and culture that are formed as a result of long interactions with the natural and social environment.
Analisis Penerapan Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Terhadap Keseharian Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi Angkatan 2023 Wulandari, Viga; Hajri, Priazki; Sasih, Agustin Wela
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 2 (2025): December 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i2.7388

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan nilai-nilai hak asasi manusia terhadap Keseharian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi Angkatan 2023. Hal ini berhubungan pula pada praktek keseharian mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Jambi Angkatan 2023 dalam menerapkan nilai-nilai hak asasi manusia dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari informan utama yaitu mahasiswa PPKn Universitas Jambi angkatan 2023 dan informan kunci yaitu dosen pengampu mata kuliah Hukum dan HAM. Teknik yang digunakan yaitu teknik non-probability sampling. Berdasarkan hasil dari penelitian ini nilai-nilai hak asasi manusia belum sepenuhnya diterapkan dalam keseharian mahasiswa, faktor yang mempengaruhi belum sepenuhnya nilai-nilai HAM diterapkan adalah berupa faktor internal yaitu dari diri mahasiswa yang merasa masih ragu, takut, tidak percaya diri, dan tidak percaya diri serta ketakutan sosial dalam diri mahasiswa. Sedangkan dari faktor eksternal yaitu budaya sosial, persepsi gender, praktik sosial yang kurang sehat serta pandangan pada budaya patriarki di lingkungan sosialnya. Dari hasil penelitian ini disarankan kepada mahasiswa hendaknya juga turut mengamalkan apa yang telah di dapat dalam perkuliahan dan menerapkannya di lingkungan sosial diluar dari pembelajaran akademik di kampus, sehingga teori dan penerapan mengenai nilai-nilai HAM lebih maksimal dalam praktiknya.