Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan dan kinerja layanan pengurusan bea cukai di PT. Samudera Agencies Indonesia, Cabang Surabaya, dengan penekanan pada pemanfaatan teknologi informasi, kualitas sumber daya manusia, dan faktor keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain penjelasan sekuensial. Data kuantitatif dianalisis terlebih dahulu melalui regresi linier berganda, uji t parsial (uji-t), dan uji t simultan (uji-F), kemudian diperkuat lebih lanjut menggunakan data kualitatif melalui wawancara dengan responden dari departemen operasional dan keuangan. Analisis kuantitatif menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi informasi (X₁) secara signifikan mempengaruhi kinerja layanan pengurusan bea cukai dengan nilai t sebesar -2,349 dan tingkat signifikansi 0,027 (<0,05). Kualitas sumber daya manusia (X₂) juga menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan nilai t sebesar -2,177 dan tingkat signifikansi 0,039 (<0,05). Sementara itu, faktor keuangan (X₃) memiliki pengaruh positif yang signifikan dengan nilai t sebesar 2,698 dan tingkat signifikansi 0,012 (<0,05). Secara bersamaan, hasil uji F menunjukkan nilai F sebesar 6,482 dengan tingkat signifikansi 0,002 (<0,05), yang menegaskan bahwa ketiga variabel independen tersebut secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja layanan. Hasil kualitatif mendukung temuan statistik dengan menunjukkan bahwa gangguan sistem Inaportnet, akurasi data manifes, dan sinkronisasi faktur dan pembayaran merupakan faktor utama yang memengaruhi kelancaran layanan. Studi ini merekomendasikan penguatan integrasi sistem informasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, dan optimalisasi koordinasi administrasi keuangan untuk meminimalkan keterlambatan dalam layanan kliring.
Copyrights © 2026