Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pemaknaan dan implementasi Deep Learning oleh guru sekolah dasar dalam konteks Kurikulum Merdeka, serta mengidentifikasi dinamika pedagogis yang muncul dalam proses transformasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk mengeksplorasi pengalaman hidup (lived experiences) guru dalam menginterpretasikan perubahan paradigma pembelajaran. Partisipan penelitian terdiri atas empat guru sekolah dasar di SDN Pandede yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tekstual komputasional berbasis N-Gram yang dipadukan dengan koding tematik untuk mengidentifikasi pola makna, tema, dan struktur pengalaman subjektif guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Deep Learning dimaknai guru sebagai pergeseran paradigma pembelajaran dari berorientasi pada penyampaian materi menuju pembelajaran yang berfokus pada pemahaman konsep, keterlibatan aktif siswa, dan pengembangan berpikir kritis. Implementasi dilakukan melalui integrasi Problem-Based Learning, Project-Based Learning, diskusi reflektif, serta asesmen diagnostik untuk memetakan kesiapan belajar siswa. Pendekatan ini meningkatkan partisipasi, rasa ingin tahu, dan kualitas pemahaman konsep siswa, namun implementasinya masih menghadapi kendala struktural seperti keterbatasan waktu, tuntutan penyelesaian kurikulum, serta variasi kemampuan literasi dan numerasi siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Deep Learning di sekolah dasar merupakan proses transformasi pedagogis yang memerlukan dukungan sistemik, penguatan kompetensi profesional berkelanjutan, serta rekonstruksi praktik pembelajaran agar implementasi Deep Learning dapat berlangsung secara konsisten, adaptif, dan bermakna.
Copyrights © 2026