Kualitas pembelajaran merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar sebagai tahap awal pembentukan pengetahuan dan karakter peserta didik. Dalam penelitian ini, kualitas pembelajaran dimaknai sebagai efektivitas proses pembelajaran yang mampu menciptakan kegiatan belajar yang bermakna dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim keamanan sekolah dan budaya positif terhadap kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 487 guru, dengan sampel 220 responden yang ditentukan melalui proportional random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat yang mencakup indikator iklim keamanan sekolah (keamanan fisik dan psikologis, hubungan sosial, serta pengawasan), budaya positif (nilai kebersamaan, disiplin positif, hubungan guru-siswa, dan penghargaan terhadap keberagaman), serta kualitas pembelajaran (keterlibatan siswa, strategi pembelajaran, asesmen, dan kebermaknaan pembelajaran). Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 30. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim keamanan sekolah (β = 0,481; p < 0,001) dan budaya positif (β = 0,479; p < 0,001) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran. Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 55,1% variasi kualitas pembelajaran (R² = 0,551; F = 71,911; p < 0,001). Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji faktor lain serta menggunakan pendekatan longitudinal dan metode campuran untuk memperoleh hasil yang lebih komprehensif.
Copyrights © 2026