Pendidikan bagi siswa autisme masih menghadapi tantangan dalam mengakomodasi keberagaman karakteristik dan kebutuhan belajar, khususnya dalam penerapan pendidikan multikultural berbasis empati melalui pendekatan individual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan multikultural berbasis empati melalui pendekatan individual pada siswa autisme di SLB Negeri Lamongan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi guru kelas dan guru pendamping siswa autisme. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi modul ajar, sedangkan analisis data menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan empati sebagai dasar pembelajaran, menyesuaikan modul ajar dan strategi belajar sesuai karakteristik siswa, serta menanamkan nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan. Meskipun terdapat kendala berupa jumlah siswa yang beragam, perbedaan kemampuan, dan keterbatasan sarana, guru mampu mengatasinya melalui strategi adaptif sehingga pembelajaran tetap inklusif dan partisipatif. Kesimpulannya, implementasi pendidikan multikultural berbasis empati melalui pendekatan individual di SLB Negeri Lamongan efektif dalam mendukung perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa autisme. Disarankan pengembangan modul ajar yang lebih variatif serta pelatihan berkelanjutan bagi guru guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Copyrights © 2026