Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan permasalahan sosial yang berdampak serius terhadap tumbuh kembang anak, khususnya pada aspek psikologis dan sosial. PAUD Pandan Wangi di Kabupaten Magelang menghadapi kondisi di mana sejumlah anak menunjukkan tanda-tanda tekanan emosional akibat mengalami atau menyaksikan kekerasan di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru PAUD dalam melakukan deteksi dini dan pendampingan psikososial bagi anak korban KDRT, serta meningkatkan kesadaran orang tua dalam menerapkan pola asuh positif tanpa kekerasan. Metode yang digunakan meliputi pelatihan deteksi dini, workshop keterampilan konseling dasar, penyusunan dan implementasi tools deteksi dini berbasis observasi perilaku, serta penyuluhan partisipatif kepada orang tua. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman guru mengenai bentuk dan dampak KDRT dari 58% menjadi 96%, kemampuan mengidentifikasi tanda-tanda psikososial anak dari 42% menjadi 92%, serta keterampilan penggunaan tools deteksi dini dari 25% menjadi 83%. Pada kelompok orang tua, pemahaman tentang dampak KDRT terhadap anak meningkat dari 54% menjadi 89%, dan komitmen menerapkan pola asuh tanpa kekerasan meningkat dari 41% menjadi 90%. Kesimpulannya, kegiatan ini secara efektif meningkatkan kapasitas guru dan orang tua dalam perlindungan anak serta berhasil membangun sistem deteksi dini dan pendampingan psikososial berbasis PAUD yang lebih responsif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026