Permasalahan rendahnya literasi sains anak serta minimnya pemahaman mengenai pengolahan air bersih menjadi latar belakang kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Rumah Baca Kampung Ayapo, kawasan pesisir Danau Sentani. Danau Sentani sebagai sumber utama air tawar utama bagi masyarakat setempat menghadapi permasalahan kualitas air akibat sedimentasi, limbah domestik, dan aktivitas permukiman, sehingga air danau sering kali digunakan dalam kondisi kurang layak konsumsi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi sains anak sekaligus menumbuhkan kesadaran ekologis melalui praktik pembuatan filter air sederhana. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan learning by doing dengan melibatkan 28 peserta usia sekolah dasar hingga remaja. Rangkaian kegiatan meliputi edukasi urgensi air bersih, pengenalan alat dan bahan, serta eksperimen merakit media filtrasi menggunakan bahan lokal seperti botol bekas, sabut kelapa, pasir silika, dan resin. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari 25% pada pre-test menjadi 90% pada post-test. Peserta mampu mengamati perubahan fisik air dan menarik kesimpulan ilmiah sederhana. Disimpulkan bahwa pembelajaran eksperimen langsung efektif meningkatkan literasi sains, keterampilan proses, dan kepedulian lingkungan, serta berpotensi menjadi program edukasi berkelanjutan yang dapat direplikasi secara mandiri oleh anak dan komunitas lokal.
Copyrights © 2026