Transformasi digital pendidikan seringkali menghadapi hambatan infrastruktur berat, sebagaimana dialami SDIT Attaqwa Nurul Fahmi yang tidak memiliki akses internet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan guru dalam mengembangkan bahan ajar digital interaktif berbasis Articulate Storyline yang dioperasikan sepenuhnya secara luring. Metode pelaksanaan menggunakan Participatory Action Research (PAR) dengan teknik analisis data deskriptif-komparatif untuk mengukur efektivitas intervensi melalui perbandingan skor sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi TPACK guru yang substansial, dengan kenaikan skor rata-rata dari 62 menjadi 84. Kebaruan program ini terletak pada model integrasi media interaktif luring sebagai solusi konkret untuk menjembatani kesenjangan digital pada sekolah tanpa akses internet, yang berhasil menghasilkan 12 prototipe bahan ajar siap pakai. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif meningkatkan kualitas pengajaran melalui inovasi teknologi yang tidak bergantung pada koneksi internet.
Copyrights © 2026