Konsumsi minuman tinggi gula atau sugar weetened beverages (SSB) merupakan salah satu perilaku yang berkontribusi dalam peningkatan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, resistensi insulin, dan peningkatan kadar glukosa dalam darah. Salah satu alternatif yang digunakan untuk mengganti minuman manis adalah infused water. Namun, masyarakat masih banyak yang belum mengenal infused water. Sehingga dilakukan pelatihan infused water di Kelurahan Kertosari, Ponorogo. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi, dan memperkenalkan infused water sebagai pengganti minuman manis dan berkafein, pada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakn pada Januari 2025 dan dihadri oleh 34 peserta yang terdiri dari masyarakat dan kader kesehatan setempat. Metode pelaknsanaan kegiatan meliputi tahapan persiapan, perencananaan, pelaksanaan berupa edukasi tanya jawab, dan praktik pembuatan, serta evaluasi melalui diskusi. Kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan menapatkan respon positif dari peserta. 6 dari 34 masyarakat aktif bertanya ketika sesi tanya jawab dengan tujuan memperdalam pengetahuan terkait infused water serta 2 peserta aktif terlibat dalam sesi praktik pembuatan infused water. Kegiatan pelatihan ini dapat menjadi strategi promosi kesehatan yang aplikatif sehingga dapat mendorong masyarakat untuk memilih alternatif minuman sehat dan mengubah pola hidup sehingga dapat mengurangi konsumsi minuman tinggi gula.
Copyrights © 2026