Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama melalui platform pembelajaran daring yang lebih fleksibel dan mudah diakses. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan dalam pengalaman pengguna yang dipengaruhi oleh faktor gender, khususnya ketika sistem digital tidak dirancang secara inklusif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat usability sistem digital pengembangan SDM berbasis gender menggunakan metode Remote Moderated Usability Testing (RMUT). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 20 partisipan (10 laki-laki dan 10 perempuan) yang dipilih melalui simple random sampling. Proses pengujian dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom, di mana partisipan diminta menyelesaikan enam skenario tugas: login dan navigasi, mengikuti pelatihan, mengerjakan evaluasi, mengunggah tugas, mengakses sertifikat, dan memberikan umpan balik. Data dikumpulkan melalui observasi interaksi, rekaman layar, dan kuesioner SUS serta UEQ, kemudian dianalisis menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usability sistem secara umum berada pada kategori baik, ditunjukkan dengan skor SUS rata-rata di atas 70. Namun, ditemukan perbedaan signifikan berbasis gender. Partisipan laki-laki menunjukkan performa penggunaan yang lebih lancar dengan skor SUS dan UEQ lebih tinggi pada sebagian besar dimensi, seperti daya tarik, efisiensi, kejelasan, keandalan, stimulasi, dan kebaruan. Sebaliknya, partisipan perempuan mengalami lebih banyak hambatan, terutama pada aspek desain antarmuka mobile, keterbacaan teks, dan fleksibilitas fitur unggah file. Metode RMUT terbukti efektif dalam mengungkap perbedaan pengalaman pengguna secara lebih mendalam dibandingkan penggunaan kuesioner semata, karena mampu menangkap proses interaksi dan kendala aktual yang dialami pengguna.
Copyrights © 2025