Pendidikan bertujuan mengembangkan potensi siswa melalui sistem yang terstruktur. Kurikulum yang terdapat di Indonesia saat ini adalah Kurikulum Merdeka. Fokus dari Kurikulum Merdeka terletak pada pengembangan profil Pancasila dan keterampilan abad ke-21, termasuk berpikir kritis. Kurikulum Merdeka, dengan pendekatan berbasis masalah dan Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), diharapkan dapat memperbaiki situasi ini. Model Problem Based Learning (PBL) dianggap efektif untuk melatih keterampilan berpikir kritis. PBL mengutamakan penyelidikan terhadap masalah dan memiliki fase-fase yang mendukung pengembangan pemikiran kritis siswa. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) sebagai bahan ajar dapat mendukung implementasi PBL dengan mendorong analisis dan penyelesaian masalah. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji LKPD berbasis PBL pada materi sistem ekskresi untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah model 4-D yang meliputi tahap Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pengujian LKPD dilakukan dengan observasi dan angket respon siswa, serta pretest dan posttest untuk mengukur efektivitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan dinyatakan sangat praktis dengan skor keterlaksanaan tinggi yaitu 93,33% pada pertemuan pertama dan 85,71% pada pertemuan kedua. Respon peserta didik terhadap LKPD juga sangat positif dengan rata-rata respon positif mencapai 98%. Peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa diukur melalui N-gain score dengan hasil 0,78 (kategori tinggi). Secara keseluruhan, LKPD berbasis PBL terbukti efektif dalam melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa dan dapat diimplementasikan secara lebih luas dalam pembelajaran.
Copyrights © 2025