AbstrakBudidaya ikan air tawar merupakan usaha produktif yang banyak dijalankan masyarakat pedesaan, termasuk oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Bunda Jaya di Pekon Enggal, Kabupaten Pringsewu. Kelompok ini terdiri dari ibu rumah tangga yang memanfaatkan lahan terbatas untuk budidaya ikan lele dan bercocok tanam sayuran secara konvensional yang belum terintegrasi. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan dan menerapkan teknologi akuaponik sebagai solusi tepat guna yang mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem terpadu, efisien, dan ramah lingkungan guna meningkatkan produktivitas dan pendapatan kelompok. Metode yang dilakukan meliputi survei lokasi, sosialisasi program, pembangunan instalasi akuaponik, penebaran bibit ikan lele, serta pelatihan dan pendampingan kepada 35 anggota KWT Bunda Jaya. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam sistem akuaponik (pengetahuan tentang akuaponik dari 65% menjadi 98%; pengetahuan manfaat akuaponik dari 60% menjadi 98%; pemahaman kelebihan sistem akuaponik dari 57% menjadi 96%). Selain itu peserta dapat mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan, meningkatkan efisiensi produksi, serta membuka peluang pendapatan tambahan melalui panen sayuran. Inovasi sistem pertanian terpadu berbasis akuaponik ini terbukti memberikan dampak positif dalam mendukung ketahanan ekonomi kelompok pembudidaya ikan di wilayah tersebut. Kata kunci: akuaponik; budidaya ikan lele; kwt bunda jaya; sistem terpadu. Abstract Freshwater fish aquaculture is a productive business widely practiced by rural communities, including the Women Farmers Group KWT Bunda Jaya in Pekon Enggal, Pringsewu Regency. This group consists of housewives utilizing limited land for catfish farming and conventional vegetable cultivation that is not yet integrated. This community service project aims to introduce and implement aquaponics technology as an appropriate solution that integrates fish and plant farming into one efficient, environmentally friendly, and integrated system to improve productivity and income. The methods included site surveys, program socialization, aquaponic system installation, catfish stocking, and training for 35 members of KWT Bunda Jaya. The results showed increased knowledge and skills in aquaponics among participants, reduced dependency on commercial feed, improved production efficiency, and additional income opportunities through vegetable harvests. This integrated farming innovation positively supports the economic resilience of fish farmers in the area. Keywords: aquaponics; catfish aquaculture; kwt bunda jaya; integrated system.
Copyrights © 2026