Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi ketahanan pangan yang diterapkan oleh pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, yang menghadapi masalah ketahanan pangan, termasuk meningkatnya Prevalence of Undernourishment (PoU), keterbatasan produksi pangan lokal, serta rendahnya akses masyarakat terhadap pangan bergizi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi ketahanan pangan lebih difokuskan pada pengamanan ketersediaan dan keterjangkauan pangan melalui pengelolaan stok, distribusi, serta penyaluran bantuan kepada masyarakat rentan. Meskipun strategi ini berhasil menjaga stabilitas pangan, namun belum optimal dalam meningkatkan kemandirian pangan dan produksi lokal. Dalam perspektif ekonomi Islam, strategi yang diterapkan belum sepenuhnya mencerminkan prinsip perencanaan jangka panjang, keadilan, dan keberlanjutan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan strategi yang berfokus pada pengembangan produksi pangan lokal untuk mendukung pembangunan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026